(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari ini(10/11) bertemu dengan perwakilan asosiasi perantauan Tionghua atau Chinese Consolidated Benevolent Association of New England yang melakukan kunjungan ke Taiwan. Beliau mengatakan, saat ini pertemuan Ma-Xi kembali menegaskan kedua belah pihak yakin dengan asas konsensus 92 menciptakan perdamaian, juga mendapatkan keyakinan tingkat tinggi di mata internasional, Beliau yakin pertemuan ini akan sangat membantu perkembangan hubungan lintas selat.
Presiden Ma Ying-joeu saat kuliah di universitas Havard, Amerika Serikat, pernah menjabat sebagai juru bicara dari asosiasi ini, dalam pertemuan tersebut, Presiden Ma secara khusus menggunakan bahasa kanton untuk menyapa, juga berterima kasih kepada lebih dari 2.000 perantauan Tionghua pada bulan Juli tahun ini menyambutnya saat dirinya dalam perjalanan dinas ke Amerika Tengah transit di Boston.
Presiden Ma mengemukakan, setelah menjabat, Ia terus mengupayakan perbaikan hubungan, pada tanggal 7 Nopember pertemuan Ma-Xi menegaskan konsensus 92, satu Tiongkok dengan persepsi masing-masing yang menciptakan perdamaian. Presiden Ma mengatakan: “saya pada 3 hari sebelumnya tiba di Singapura mengadakan pertemuan dengan pemimpin Daratan Tiongkok, Xi Jin-ping, juga kembali menyakinkan kedua belah pihak berpegang pada konsensus 92, yakni satu Tiongkok dengan masing-masing persepsi menjadi dasar menciptakan perdamaian.”
Presiden Ma mengemukakan, masyarakat internasional sebagian besar yakin dengan pertemuan Ma-Xi, mencakup pemerintah Amerika Serikat juga berpandangan optimis terhadap hubungan lintas selat yang dapat menurunkan ketegangan dan tindakan yang diambil dapat memperbaiki hubungan lintas selat.
Presiden Ma menambahkan setelah pertemuan Ma-Xi kemudian bertemu dengan Lee Hsien-loong, sangat berterima kasih karena Singapura ikut berperan dalam pertemuan ini menyediakan tempat pertemuan. Presiden Ma mengatakan, 22 tahun sebelumnya, ayah Lee Hsien-loong yakni Lee Kuan-yew sangat membantu dalam pertemuan Ku-Wang di Singapura, pada masa tersebut pemerintah memberi utusan kepada grup perusahaan untuk mengadakan pembahasan, kali ini merupakan pertemuan pimpinan antar selat pertama kalinya selama 66 tahun berjalan, menjadi pertemuan penting dan akan sangat membantu dalam perkembangan hubungan antar selat yang damai.