(Taiwan-ROC) Setelah “Pertemuan Ma – Xi” berakhir, Legislator partai oposisi tidak puas terhadap alasan yang sampaikan Presiden Ma Ying-jeou terkait ancaman Daratan Tiongkok pada militer Taiwan dengan mengatakan “Partai oposisi kerapkali mengunakan alasan ini mengkritik hubungan antar selat Taiwan”, untuk itu komite urusan dalam negeri, Yuan Legislatif mengajukan usulan agar Presiden Ma Ying-jeou menyatakan permohonan maaf secara terbuka. Terhadap hal ini, Menteri Dewan Urusan Daratan Tiongkok, Andrew Hsia hari Selasa (10/11) ketika diinterpelasi di Yuan Legislatif mengemukakan, usulan yang diloloskan komite urusan dalam negeri ini tidak adil bagi Presiden Ma Ying-jeou.
Andrew Hsia mengatakan, “Saya merasa hal ini tidak adil bagi Presiden, kami juga telah memberitahukan pada Istana Presiden”
Dewan Urusan Daratan Tiongkok, tanggal 9 November mengumumkan laporan tertulis pembahasan pertemuan Ma-Xi dari Presiden Ma Ying-jeou, dalam laporan ada tertulis, terkait masalah militer Daratan Tiongkok dan rudal yang diarahkan ke Taiwan, Presiden Ma Ying-jeou mengatakan “ini menjadi alasan yang kerapkali digunakan oleh partai oposisi terhadap hubungan antar Selat Taiwan”, dan menghimbau pihak Daratan Tiongkok untuk mengambil tindakan yang menunjukkan itikad baik agar dapat menghindari kritikan yang tidak seharusnya ini. Penyampaian ini mengundang legislator komite urusan dalam negeri dari partai oposisi, Partai Progresif Demokrat mengajukan usulan, rudal yang diarahkan ke Taiwan dan penempatan penyelarasan militer Daratan Tiongkok tidak membedakan partai politik masyarakat Taiwan, menyingkirkan rudal jugat idak membedakan partai, merupakan harapan dari semua rakyat Taiwan, untuk itu meminta Dewan Urusan Daratan Tiongkok menghimbau Presiden Ma Ying-jeou seharusnya meminta maaf secara terbuka pada seluruh masyarakat nasional Taiwan, dan menarik kembali apa yang dikatakan, Komite juga mengajukan kritikan, Presiden Ma tidak segera membantah pemimpin Daratan Tiongkok, Xi Jin-ping saat membicarakan masalah rudal tidak untuk menghadapi warga Taiwan, bahkan lebih condong berpihak pada Daratan Tiongkok.