(Taiwan, ROC) Jumlah kasus dengue (demam berdarah) di Kota Kaohsiung, Taiwan selatan, bertambah 210 kasus pada hari Minggu, mendobrak angka 9.000 kasus, menandakan bahwa penyebaran dengue di sana masih berada pada puncaknya.
Menurut laporan yang dirilis Senin (9/11) oleh Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC), angka peningkatan kasus dengue di Kaohsiung pada hari Minggu ini lebih tinggi 10 kasus dibandingkan hari yang sama sepekan sebelumnya; sedangkan peningkatan sebanyak 23 kasus tercatat di Tainan, lebih rendah 31 kasus daripada seminggu lalu; dan secara keseluruhan tercatat ada 240 kasus dengue baru di seluruh Taiwan pada hari Minggu.
Statistik CDC juga menunjukkan, sejak memasuki musim panas, sejumlah 31.756 kasus dengue telah tercatat di berbagai pelosok Taiwan. Kota Tainan adalah daerah dengan kondisi paling serius, mencatat 21.162 kasus, menyusul adalah Kota Kaohsiung dengan 9.024 kasus, kemudian Kabupaten Pingtung dengan 175 kasus, dan kasus-kasus sporadis lain tercatat di wilayah lain.
Sementara itu, seorang pasien dengue dinyatakan meninggal pada hari Minggu, membuat angka kematian akibat dengue di tahun ini meningkat menjadi 141 orang; sedangkan 29 kematian lain yang disangsikan disebabkan dengue masih berada pada tahap pemeriksaan, dan 28 pasien lain masih dalam perawatan intensif.
Dengue atau demam berdarah adalah penyakit menular melalui gigitan nyamuk, biasanya terjadi pada musim panas. Tahun lalu, jumlah infeksi memuncak pada Oktober dan mereda pada Januari tahun ini.
CDC mengingatkan, warga harus secepatnya berobat kalau menderita gejala dengue seperti demam panas, sakit kepala, badan lemas, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah-muntah.
Andaikata didiagnosa dan diobati pada masa dini, resiko kematian akibat dengue bisa direndahkan menjadi kurang dari 1%.