(Taiwan, ROC) – Pertemuan Ma-Xi yang bersejarah digelar pada hari Sabtu tanggal 7 November di Singapura. Pimpinan dari Daratan Tiongkok, Xi Jin-ping dalam kata sambutannya menyebutkan bahwa hubungan antar selat kini tengah dihadapkan kepada arah pilihan jalan untuk masa yang akan datang. Kedua belah pihak seharusnya bersiteguh kepada Konsensus 92, dan bersama memperkuat pilar pondasi politik, melanjutkan perkembangan hubungan antar selat sesuai dengan jalur yang benar.
Pertemuan Ma-Xi digelar pada hari Sabtu sore tanggal 7 November di Hotel Shangrila, Singapura. Dalam pidato pembukaan, pimpinan Daratan Tiongkok, Xi Jin-ping juga menggunakan sebutan “Yang terhormat Bapak Ma Ying-jeou”.
Xi Jin-ping menyampaikan bahwa dalam hari yang sangat khusus ini, kedua pimpinan antar selat telah bertemu dan membuka halaman pertama dalam sejarah hubungan antar selat. Hal ini juga akan menjadi sebuah catatan sejarah. Xi menyebutkan bahwa sejak tahun 2008, hubungan antar selat berjalan di jalur perkembangan perdamaian yang baik. Selama 7 tahun terakhir ini, situasi keadaan di Selat Taiwan juga aman, damai dan tentram. Hubungan antar selat juga telah mengciptakan hasil yang berlimpah ruah, dengan berkat kerja keras dan pengorbanan seluruh masyarakat di kedua belah pihak. Xi Jin-ping mengatakan, “Justru karena semua ini merupakan hasil jerih payah kerja selama 7 tahun terakhir, kedua belah pihak barulah dapat maju selangkah ke hari ini yang sangat bersejarah.”
Xi Jin-ping menjelaskan bahwa saat ini hubungan antar selat tengah dihadapkan kepada pilihan jalur dan arah. Kedua belah pihak pada hari ini dapat duduk bersama, dengan tujuan menghindari terjadinya kembali tragedi sejarah usang, tidak mengalami kerugian usai perolehan hasil yang dicapai dari perkembangan perdamaian ini. Besar harapan agar generasi anak cucu dapat menikmati kebahagiaan di masa yang akan datang. Kedua belah pihak seharusnya dapat belajar dari pengalaman sejarah, bertanggung jawab untuk bangsa, melakukan hal yang dapat dipertanggungjawabkan, dan memilih jalan yang benar dengan acuan pengalaman yang pernah terjadi.
Xi Jin-ping mengatakan, “Kedua belah pihak saling bekerja sama, bergandeng tangan berjuang bersama, mempertahankan Konsensus 92, memperkuat pondasi politik, bersiteguh berjalan di jalur perkembangan perdamaian yang baik, mempertahankan alur jalan hubungan antar selat yang baik, memperdalam pertukaran dan hubungan kerjasama antar selat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua belah pihak, bersama menuju membangkitkan kembali bangsa Tionghwa, agar masyarakat kedua belah pihak juga turut dapat menikmati kebanggaan akan perwujudan bangkitnya kembali sebuah bangsa yang besar.”
Xi Jin-ping menjelaskan bahwa selama 66 tahun perkembangan hubungan antar selat telah memberikan bukti yang nyata, walau masyarakat kedua belah pihak harus menghadapi terpaan badai yang besar, harus menjalani perpisahan dalam waktu yang sangat lama, tetapi tidak ada kekuatan apapun yang mampu memisahkan keduanya. Hal ini semua karena kita memang ditakdirkan menjadi saudara, bagaikan kakak adik dengan aliran darah yang sama dalam satu keluarga.