History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertemuan Ma-Xi / Presiden Ma : Negosiasi Lembaga Antar Selat Taiwan Melaju Pasti

  • 06 November, 2015
  • Editor
Pertemuan Ma-Xi / Presiden Ma : Negosiasi Lembaga Antar Selat Taiwan Melaju Pasti
Banner Pertemuan Ma - Xi

(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou, hari Jumat (6/11) ketika bertemu dengan tamu undangan Tim Forum “Tendensi Perubahan Asia Pasifik” mengemukakan, negosiasi antar selat secara bertahap dari pertemuan Yayasan Interaksai Antar Selat (SEF) kemudian Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) sekarang akan berlangsung pertemuan pemimpin antar selat Taiwan, ini merupakan proses secara bertahap dengan langkah yang pasti.

“Pertemuan Ma-xi” yang menjadi sorotan mata dunia akan segera berlangsung di Singapura, terkait dengan hubungan antar selat, Presiden Ma tanggal 6 November menyampaikan, melalui kebijakan antar selat yang dicanangkan sejak ia menjabat sebagai presiden, kalau sebelumnya sempat sebagai titik panas konflik, sekarang sangat beruntung secara bertahap dapat berubah menjadi jalur yang damai.

Presiden menegaskan, sejak APEC tahun 2013 di Indonesia, pejabat yang melayani antar selat Taiwan dari kedua belah pihak telah melakukan 6 kali pertemuan, sekarang pemimpin antar selat Taiwan yang akan langsung bertatap muka, ini memperlihatkan laju langkah negosiasi antar selat secara bertahap tapi pasti. Kepala Negara mengatakan, “Lembaga negosiasi antar selat Taiwan selangkah demi selangkah dari SEF bergerak ke MAC, besok bergerak lagi pada pemimpin antar selat Taiwan, ini merupakan proses tahapan, tapi kecepatan langkah sangat pasti.

Pemimpin negara menegaskan, saat beliau bertemu dengan pemimpin Daratan Tiongkok, masih akan membicarakan bagaimana mengkonsolidasi perdamaian antar selat, mempertahankan status quo, beliau beranggapan “meskipun masalah yang dihadapi antar selat Taiwan telah banyak berkurang, tetapi masih saja banyak yang harus diselesaikan”

Kepala negara juga menekankan, sejak tersiarnya kabar “pertemuan Ma-Xi” 3 hari lalu, tanggapan dari berbagai negara adalah positif, seperti Gedung Putih Amerika Serikat, Dewan Negara, dan berbagai pakar memberikan sambutan positif, Jepang, Uni Eropa dan Australia memberikan pujian.

Presiden berharap dikedepannya Republik Tiongkok tidak lagi “pencipta keonaran” melainkan “pembawa perdamaian”, ini menjadikan Taiwan sebagai garis pertahanan penting antar selat Taiwan, agar dunia mengetahui, keberadaan Republik Tiongkok adalah harta karun dunia.

Komentar

Terbarumore