History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertemuan Ma-Xi / Presiden Ma: Pertemuan Dapat Digunakan Sebagai Media Jembatan Antar Selat oleh Presiden Mendatang

  • 06 November, 2015
  • Editor
Pertemuan Ma-Xi / Presiden Ma: Pertemuan Dapat Digunakan Sebagai Media Jembatan Antar Selat oleh Presiden Mendatang
Pertemuan Ma-Xi / Presiden Ma: Pertemuan Dapat Digunakan Sebagai Media Jembatan Antar Selat oleh Presiden Mendatang

(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan Pertemuan Ma-Xi yang akan digelar di Singapura pada tanggal 7 November mendatang, Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 5 November menggelar jumpa pers internasional khusus menyampaikan laporan rencana pertemuan tersebut. Ma menjelaskan bahwa masalah pertemuan telah dibahas selama 2 tahun terakhir dan tidak membuahkan hasil apapun. Namun baru kembali dibahas dalam Pertemuan Hsia-Chang, yang kemudian masing-masing pihak memiliki kesepahaman yang sama dalam menggelar pertemuan Ma-Xi.

Adapun tujuan pertemuan tersebut, Ma menjawab setidaknya dapat mengurangi sikap permusuhan, menghindari penyimpangan jalur. Namun jika dilihat dari sudut pandang yang lebih positif dimaksudkan untuk memperluas interaksi kedua belah pihak, memperdalam kerjasama dan membangun sistim pertemuan pimpinan antar selat yang berkesinambungan.

Pertemuan ini adalah yang pertama kalinya selama 66 tahun terakhir, dan boleh dikatakan sebagai sebuah peristiwa bersejarah. Dengan menggunakan negara lain sebagai lokasi pertemuan, juga menunjukkan hubungan antar selat yang semakin dewasa. Guna menekan semakin rumitnya masalah pertemuan, maka disepakati kedua belah pihak tidak akan menandatangani kesepakatan apapun dan juga tidak mengeluarkan komunike bersama. Kedua belah pihak menyetujui untuk menggunakan kata “Pimpinan Antar Selat”, sehingga dapat mengimplementasikan asas saling menghormati dalam penyelenggaraan pertemuan.

Presiden Ma mengatakan, “Tidak akan menggunakan nama jabatan dalam penyeruan, tetapi menggunakan kata bapak untuk lawan bicara. Ini telah merealisasikan asas saling menghormati, dan juga mencerminkan sikap elastisitas dan pragmatis kedua belah pihak. Ini juga adalah perwujudan dari prinsip yang kita anut yakni ‘Saling tidak mengakui kedaulatan, saling tidak menyangkal hak kepemerintahan.”

Adanya partai oposisi yang menyebut Pertemuan Ma-Xi hanya untuk kepentingan pemilu semata, Ma menjawab bahwa Pertemuan Ma-Xi adalah untuk kesejahteraan generasi mendatang, dan bukan untuk kepentingan pemilu semata. Ma menegaskan pertemuan ini dimaksudkan untuk membangun pondasi yang baik. Jika Presiden terpilih mendatang dapat menerima dan mengikutinya, maka dalam mengatasi masalah hubungan antar selat, juga akan membuahkan hasil dan perlakuan seperti apa yang tengah dilakukannya saat ini.

Ma menyinggung bahwa tidak ada seorangpun yang dapat memprediksi hasil akhir yang akan terjadi dalam pemilu tahun depan. Apa yang tengah dilakukannya, bagi Ma merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus dijalani selama masa pemerintahannya.

Sehubungan dengan janji yang pernah diucapkan oleh Ma Ying-jeou 4 tahun silam, saat kembali terpilih menjadi Presiden untuk kedua kalinya, bahwa dirinya tidak akan bertemu dengan pimpinan Daratan Tiongkok. Untuk itu, Ma menjawab bahwa saat itu dirinya hanya diberikan pilihan untuk bertemu di Daratan Tiongkok. Dan Ma memilih tidak berkunjung ke Daratan Tiongkok, sehingga juga tidak akan berkesempatan untuk melakukan pertemuan. Tetapi kondisi kali ini berbeda, yakni memilih negara ke tiga sebagai lokasi pertemuan.

Ma juga menegaskan kembali bahwa dirinya bersedia untuk memberikan laporan dalam rapat interpelasi Yuan Legislatif jika memang diperlukan.

Komentar

Terbarumore