(Taiwan, ROC) – Juru Bicara DPP Tseng Yun-peng (鄭運鵬) hari ini (4/11) dalam jumpa pers menyampakan 5 seruan soal “Pertemuan Ma-Xi”, menegaskan prinsip interaksi antar selat harus menguntungkan perkembangan demokrasi liberal nasional, stabilisasi perdamaian regional yang menguntungkan bersama, juga harus sesuai dengan kesetaraan martabat, terbuka dan transparan serta diawasi secara demokrasi, sedangkan hubungan antar selat yang berkaitan dengan kepentingan nasional harus melampui partai, jangan digunakan sebagai alat pemilu sekaligus meragukan bahwa “Pertemuan Ma-Xi” yang terburu-buru menunjukan bahwa partai penguasa terbiasa dengan “aksi terselubung”
Tseng menyampaikan : saat ini Taiwan berada di masa-masa pemilu, presiden Ma memilih waktu yang sensitif untuk bertemu, bagaimana orang tidak mengaitkan bahwa ini adalah taktik politik untuk mengitervensi pemilu? Presiden Ma pernah berkata, bila ingin melangsungkan pertemuan Ma-Xi, harus dilaksanakan dalam situasi “Negara membutuhkan, mendapat dukungan rakyat dan diawasi oleh parlemen”, tapi presiden Ma dengan tiba-tiba menyampaikan kepada rakyat, tanpa ada kesepakatan melakukan dengan tergesa-gesa, ini kembali menunjukan bahwa pemerintah Ma terbiasa melakukan “Aksi terselubung”, bertentangan dengan Demokrasi, menghindari pengawasan dan hal ini sulit diterima oleh rakyat”.
Ia juga menuturkan, saat presiden Ma berkampanye pernah berjanji bahwa dalam 4 tahun ini tidak akan bertemu dengan petinggi Daratan Tiongkok, oleh karena itu, DPP meminta presiden Ma harus menjelaskan substansi, tujuan, bentuk dan isi dari “Pertemuan Ma-Xi”
Tseng kembali menghimbau presiden Ma selaku kepala negara, harus mematuhi proporsinya, menolak pengerdilan kedaulatan, melukai martabat negara dan nilai demokrasi, jangan sampai masyrakat dunia salah paham, tidak boleh menyampaikan komitmen politik serta menandatangani perjanjian apapun.