(Taiwan, ROC) Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Andrew Hsia Li-yen (夏立言) menegaskan, MAC menghormati rencana Kementrian Dalam Negeri mengganti Kartu Identifikasi Warga Daratan Tiongkok menjadi format kartu IC, tapi dipertimbangkan dari segi modal, Hsia beranggapan tidak ada perlunya bagi perubahan tersebut untuk dilakukan hanya dengan tujuan meretaliasi penggunaan format kartu IC bagi Kartu Identifikasi Warga Taiwan.
Beberapa saat lalu, tanpa membicarakannya secara terperinci dulu dengan Taiwan, pihak Daratan Tiongkok mengadopsi sistem kartu IC untuk menggantikan Kartu Identikasi Warga Taiwan yang dipakai saat ini.
Sistem yang membangkitkan kekhawatiran atas keamanan informasi pribadi itu segera mendatangkan kritikan keras dari berbagai kalangan Taiwan. Sejumlah legislator kemudian mengusulkan diadopsinya sistem serupa sebagai retaliasi. Usul ini disetujui oleh Menteri Dalam Negeri Chen Wei-zen (陳威仁) dan Perdana Menteri Mao Chih-kuo (毛治國) juga mengisyaratkan bahwa Kementrian Dalam Negeri sudah memulai perencanaannya.
Perihal kabar bahwa Kementrian Dalam Negeri akhirnya membatalkan rencana tersebut, legislator Duan Yi-kang (段宜康) hari Senin (2/11) meminta penjelasan dari ketua MAC Andrew Hsia.
Hsia mengatakan, “Mengadopsi format kartu IC hanya untuk meretaliasi aksi yang sama dari Daratan Tiongkok, saya rasa ini tindakan yang emosional. Dipandang dari segi modal ataupun segi lain, saya tidak menganggap saat ini ada kebutuhan untuk melaksanakan perubahan tersebut.”
Sementara itu, mengenai kelancaran penandatanganan Perjanjian Perdagangan Komoditas antar Selat Taiwan, Andrew Hsia menegaskan, meski bermaksud menyelesaikan perundingan bersangkutan sebelum akhir tahun, kedua pihak belum menetapkan agenda perundingan berikutnya, maka akan sangat sulit bagi perjanjian tersebut untuk diteken sebelum konperensi tahunan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).