(Taiwan, ROC) - Komite Pertahanan Yuan Legislatif hari ini memanggil Kementerian Pertahanan, Biro Keamanan Nasional (NSB) dan Kementerian Perhubungan menyampaikan laporan soal antsipasi pertahanan nasional menanggapi soal bencana nuklir akibat serangan militer serta evaluasi keamanannya.
Direktur Jenderal NSB Tsai De-sheng (蔡得勝) menjawab pertanyaan dari legislator partai KMT Yang Ying-hsiung (楊應雄) menyampaikan, PLTN dilihat sebagai sumber energi yang penting oleh Daratan Tiongkok sehingga Taiwan terancam oleh bahaya nuklir negara asia tenggara dan Daratan Tiongkok, namun ia menegaskan, perlindungan keamanan nuklir Taiwan lebih baik dibandingkan dengan Jepang.
Ia menyampaikan : Tidak ada PLTN bukan berarti tidak ada ancaman nuklir, paling dekat hanya 126 Km, pada kenyataanya apabila Daratan Tiongkok atau negara sekitar Asia terjadi ancaman PLTN, Taiwan juga akan mengalami imbasanya. Pekan lalu, tim kecil keamanan nuklir Jepang berkunjung ke Taiwan dan sempat mampir ke PLTN, setelah melihat mereka mengatakan bahwa langkah pengamanan kita lebih baik daripada Jepang.
Selain segi keamanan, Dirjen juga mengulas dari segi strategi menilai bahwa apabila dua selat perang mungkin mereka tidak akan menyerang PLTN.
Ia menyampaikan : Saya tidak tahu, mereka ada atau tidak tapi kami tidak mendapatkannya sama sekali, karena seperti yang saudara legislator sampaikan, Taiwan terlalu dekat dengan Daratan Tiongkok, satu sisi karena segi geografis, lain sisi karena rakyat, serumpun, pada kenyataannya saya menilai bila terjadi peperangan di selat Taiwan, Daratan Tiongkok tidak menyerang PLTN karena juga akan menyebabkan kerugian yang besar bagi mereka.
Namun, legislator DPP Tsai Huang-liang (蔡煌瑯) sangat khwatir, PLTN mungkin akan menjadi imbas dalam peperangan, ia menghimbau kepada Kementerian Pertahanan untuk mengambil langkah antisipasi.