(Taiwan, ROC) – Keturunan dari Mantan Jenderal Tertinggi Uni Soviet Vasily Chuikov, yaitu Nikolai Chuikov diundang ke Taiwan untuk menghadiri upacara peringatan 70 tahun kemenangan perang dan restrosesi Taiwan. Kementerian Luar Negeri (Kemlu, MOFA) secara khusus menggelar jumpa pers terbuka yang membahas sejarah perang melawan jepang yang dipimpin oleh Kakeknya.
Mengenai sejarah kerjasama Republik Tiongkok dan Uni Soviet di masa lalau, terutama relawan angkatan udara Uni Soviet yang datang membantu Tiongkok pada saat itu, ujarnya, adalah tanda persahabatan, diharapkan jangan sampai terlupakan oleh manusia.
Nikolai Chuikov menyampaikan : Sejarah adalah kenyataan yang pernah ada, tidak seharusnya hanya karena ideologi dan perubahan jaman lalu dilupakan. Saat ini Rusia juga mencoba untuk menyangkal sejarah, seperti era Stalin, saya pribadi menilai, Stalin adalah figur besar, namun saya tidak ingin hidup di era itu.
Ia menegaskan, pada masa itu tentara Uni Soviet rela ditugaskan perang di Tiongkok karena keyakinan mereka sendiri, perang itu memiliki arti yang positip dan mendalam, karena medan perang di Daratan Tiongkok telah berhasil menahan tentara Jepang sehingga Uni Soviet berhasil mendapatkan kemenangan terakhir di perang Eropa.
Vasily Chuikov tercatat pernah 3 kali berkunjung ke Tiongkok dan pada era melawan Jepang menjabat sebagai penasehat utama angkatan bersenjata Republik Tiongkok. Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) sebelumnya juga pernah memberikan penghargaan kemenangan perang kepada almarhum yang diwakili oleh Nikolai Chuikov.