(Taiwan, ROC) – Kementerian Pertahanan memberikan laporan tahun 2015, isi laporan tersebut mengangkat walaupun hubungan antar selat telah diperbaiki namun Daratan Tiongkok masih terus memperkuat kemiliterannya sebagai persiapan menghadapi Taiwan, juga direncanakan kekuatan militer yang diandalkan akan terselesaikan pada tahun 2020.
Pada hari ini(27/10) Kemenhan dalam konferensi pers “laporan kemenhan 2015” dijelaskan oleh direktur kebijakan divisi peraturan tempur, Kemenhan, Wu Bao-kun mengatakan, laporan ini berdasarkan pada situasi domestik maupun internasional pada saat ini, dengan ragam pelaksanaan kebijakan yang terbagi dari “lingkungan strategis”, “kebijakan pertahanan” dan “pertahanan nasional” dijadikan sebagai sudut pandang untuk ditelusuri.
Laporan mengenai kondisi militer Daratan Tiongkok saat ini juga perkembangan lanjut bahwa Daratan Tiongkok di satu sisi mengadopsi strategi front persatuan, di satu sisi dengan cara pembatasan kekuatan, untuk mengintervensi hal yang terkait dengan Taiwan; dilaporkan, sejak awal rambu peringatan waspada terhadap militer Daratan Tiongkok semakin tinggi, kekuatan komando dan pengawasan dari setiap bagian militer semakin bertambah. Wu Bao-kun mengatakan, mencakup perkembangan militer Daratan Tiongkok dan situasi Asia-pasifik, semua ini menjadi tantangan bagi Republik Tiongkok. Wu bao-kun mengatakan: “pembahasan utama dalam 2 tahun terakhir, situasi keamanan global dipimpin oleh Amerika Serikat, kawasan Asia Pasifik menghadapi masalah laut Timur, perairan laut Tiongkok Selatan dan persengketaan pulau, di samping itu militer dari partai Komunis Daratan Tiongkok berkembang pesat maka keamanan negara menjadi suatu tantangan yang harus dihadapi.”
Dalam laporan juga menambahkan, dalam beberapa tahun terdekat ini militer Daratan Tiongkok terus memperkuat militer dari kendaraan tempur amfibi, sistem penembak roket, kapal induk militer, rudal tembakan jauh, jet fighter generasi 3, rudal pertahanan udara dan merancang segala peralatan amunisi akan terselesaikan pada tahun 2020.
Untuk itu, Kemenhan akan memperlaju transformasi pertahanan dan mengutamakan penelitian pertahanan teknologi dengan membangun kekuatan kreatif atau asimetris yang mampu memberikan manfaat besar dan resiko kecil; saat bersamaan, memperkuat persatuan integrasi 3 angkatan dan melakukan pertukaran militer dengan negara bersahabat guna memperluas dialog strategis dan kerjasama substansial yang aman.