(Taiwan-ROC) – Pada saat kunjungan Presiden Daratan Tiongkok, Xi Jin-ping ke Inggris, telah menghasilkan kontrak bisnis dengan Inggris yang berjumlah sekitar 40 milyar Poundsterling atau sekitar 1.9 triliun dollar Taiwan. Terhadap kerjasama ini, Menteri Luar Negeri David Lin pada tanggal 23 Oktober mengatakan, inti tujuan kunjungan Xi Jin-ping ke Inggris adalah untuk meningkatkan kerjasama bidang ekonomi dan perdagangan, bukan berarti Inggris akan melepaskan kerjasamanya dengan Taiwan.
David Lin menjelaskan, Inggris pada tahun 2009 telah lebih dahulu memberikan fasilitas bebas visa kepada Taiwan, dan negara yang diberikan bebas visa oleh Inggris, tidaklah banyak. Hal ini telah membuat Irlandia serta negara-negara Uni Eropa juga ikut memberikan fasilitas bebas visa bagi Taiwan.
Menlu menambahkan, perdagangan antar Taiwan dan Inggris selama ini terus berkembang, jumlah pelajar maupun study tour juga banyak, ditambah Inggris dan Taiwan juga mempunyai kerjasama “Berlibur dan Bekerja”, ditambah dengan Institusi Inggris di Taiwan juga telah berganti nama menjadi Kantor Urusan Inggris di Taiwan. Perkembangan positif ini membuktikan kerjasama Inggris dengan Taiwan selain dibidang ekonomi dan perdagangan, dibidang lainnya juga terus berkembangan.
Selain itu, terhadap kembalinya hubungan antara Amerika dengan Kuba, David Lin saat ditanya media mengatakan, Taiwan dan Kuba sampai saat ini terus menjalin hubungan perdagangan, selain cerutu, Kuba sangat tertarik dengan baseball Taiwan. David Lin juga mengatakan, walau tidak ada kantor perwakilan di Taiwan, namun dalam waktu dekat ini akan mengutus rekan kami berkunjung ke Kuba untuk peninjauan lebih lanjut.