(Taiwan, ROC) – Seluruh Taiwan ada 36.000 rumah tangga mendapat distribusi air ledeng dengan pipa air yang mengandung zat kimia timbal (plumbum), hal ini membuat masyarakat panik. Wakil dirjen Badan sumber daya air(WRA), Kemenko Wang Rui-de pada hari ini (23/10) konferensi pers yang digelar partai Kuomintang(KMT) mengatakan, pipa air yang didistribusi oleh pihak perusahaan air minum Taiwan ada 6.704 rumah tangga, pada tanggal 29 Oktober mendatang akan menginformasikan secara bertahap, kawasan Miaoli, Hualien akan selesai ditangani hingga sebelum akhir tahun ini, kawasan Yilan proses penggantian pipa air dilaksanakan tahun depan
Wang Rui-de mengatakan : “Kami upayakan sebelum akhir tahun ini menuntaskan penggantian pipa untuk kawasan Miaoli dan Hualien, untuk akhir tahun depan akan menyelesaikan sebanyak 5.934 rumah tangga untuk kawasan Yilan. Departemen Air Taipei(TWD) , berdasarkan sumber yang ada memberikan informasi bahwa dalam waktu 3 tahun mengganti pipa air memerlukan dana sebesar 2 milyar dolar Taiwan, menjadi masalah dana, saya berpikir dari posisi pemerintah pusat, semestinya lebih giat dalam mengawasi dan memberikan bantuan.
Wakil direktur perusahaan air minum Taiwan, Lan Bing-chang mengatakan, pipa air kandungan timbal semestinya adalah pipa air tua yang terpasang sebelum pada tahun 1974, sementara ini proses penggantian pipa masih sedang berjalan, Ia menegaskan, kawasan Miaoli dan Hualien akan diselesaikan sebelum akhir tahun ini, sementara juga dilakukan distribusi sporadis sehingga untuk kawasan Yilan masih memerlukan waktu yang lebih panjang.
Sekjen partai KMT, Lin Te-fu memberikan pendapatnya kepada departemen pengelola air Taipei, Ia mengharapkan agar penggantian pipa tua dapat diperpendek dalam kurun waktu satu setengah tahun; sehubungan dengan hal ini, wakil direktur departemen pengelola air Taipei Chen Ming-chou menyampaikan, dikarenakan padatnya warga Taipei, sempitnya gang kecil, jika dituntaskan dalam kurun waktu satu setengah tahun akan mengalami kesulitan, namun pihaknya berjanji akan berupaya memperpendek masa penanganan ini.