(Taiwan, ROC) – Presiden Ma hari ini (17/10) mengunjungi seorang lansia berumur 107 tahun bernama Lin Kiao (林(不直)) di kota New Taipei dan berfoto bersama dengan keluarga marga Lin. Presiden Ma juga menyempatkan diri melakukan kaliografi, berdasarkan adat istiadat marga Lin, selain juga menyicipi teh yang dibuat oleh lansia tersebut. Presiden Ma juga memberikan arak ulang tahun, buah-buahan dan gembok yang terbuat dari emas.
Marga Lin pertama yang datang ke Taiwan, berasal dari Quanzhou, Fujian, menetap di kota New Taipei, Sanxia, dan Lin Kiao adalah keturuan yang ke-6. Dia dilahirkan pada tahun 1908 dan mendapat didikan Jepang sejak kecil. Sejak umur 10 tahun, mulai menanam teh dan membuat teh di Heng Xi, Sanxia
Presiden Ma saat mengunjungi Lin Kiao, didampingi oleh Dirjen Kementerian Kesehatan Bidang Sosial dan Rumah Tangga, Amanda Jian (簡慧娟) serta Kepala Dina Sosial Kota New Taipei Zhang Jin-Li (張錦麗). Lin Kiao bersama dengan lansia lainnya, memainkan alat music tradisional di depan rumah marga Lin memainkan lagu”Yi Jiang Feng” (一江風) dan”Phu Tian Le” (普天樂) untuk menyambut kedatangan Presiden.
Lin sejak berumur 19 tahun, belajar memainkan alat musik tradisional. Disaat senggang, sering berpentas bersama teman meniup “suona” hingga berumur 90 tahun. Hari ini, dia kembali memainkan suona untuk menyambut kedatangan Presiden Ma.
Presiden Ma setelah menyincipi teh buatan Lin Kiao sambil mendengarkan aturan dari marga Lin, memberikan hadiah berupa kaligrafi buatannya dan membacakannya menggunakan Bahasa Mandarin dan Taiyu.
Kepala Negara juga memberikan sebuah hadiah uang sejumlah NT$ 20 ribu, sebuah gembok emas dan Kaoliang gunung Yushan. Lin Kiao juga memberikan hadiah berupa teh Pi Lo Chun yang merupakan hasil daerah dari Sanxia. Lin Kiao juga memberi tahu Presiden bahwa minum teh hasil fermentasi lebih baik untuk kesehatan. Selain itu, teh buatannya pernah mendapat penghargaan pada jaman Jepang dan ekspor hingga ke Inggris.