History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma: Hubungan Antar Selat Terselesaikan Samahalnya Hubungan AS-Kuba

  • 13 October, 2015
  • Editor
Presiden Ma: Hubungan Antar Selat Terselesaikan Samahalnya Hubungan AS-Kuba
Presiden Ma Ying-joeu

(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari ini(13/10) bertemu dengan Asosiasi Nasional Jaksa Agung(NAAG) saat melakukan kunjungan ke Taiwan, Beliau mengemukakan, berdasarkan pada prinsip “konsensus 92 , satu Tiongkok dengan masing-masing persepsi, pembinaan hubungan antar selat terjalin semakin baik, kepala perwakilan kantor urusan masing-masing selat dalam 2 hari ini akan mengadakan pertemuan ke-6 kalinya, di masa lalu sulit hal demikian sulit diwujudkan, membuat Beliau mengingat pada bulan Desember tahun lalu presiden AS, Obama mengumumkan kembali memulihkan hubungan diplomatik dengan negara Kuba, pada saat itu informasi ini sangat mengejutkan.

  

Presiden Ma mengemukakan, selama Beliau menjabat secara giat pemulihan kepercayaan dalam hubungan Taiwan-Amerika Serikat, hubungan bilateral ini semakin membaik, warga Taiwan dapat merasakan yakni ketika Amerika akan memasukkan Taiwan menjadi bagian dari program fasilitas bebas visa, Taiwan merupakan salah satu negara yang tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Amerika, namun kedua negara menjalin kerjasama dalam berbagai sektor diantaranya kemanusiaan maupun pencegahan praktek perdagangan manusia.  

  

Presiden mengutarakan, pada masa 6 tahun yang lalu antar selat telah menandatangani kerjasama memerangi kejahatan dan bantuan hukum antar selat, secara signifikan mampu menurunkan tingkat penipuan telekomunikasi lintas selat, pihak Daratan Tiongkok telah berkali-kali mendeportasi pelaku kejahatan untuk kembali ke Taiwan, di masa lalu hal demikian tidak mungkin terjadi, sehingga Daratan Tiongkok tidak lagi menjadi tempat penampungan pidana Taiwan, adanya hasil demikian dikarenakan faktor utama pemerintah yang berpegang pada prinsip konsensus 92, satu Tiongkok masing-masing persepsi, mempromosikan perkembangan hubungan antar selat yang damai, maka Daratan Tiongkok lebh bersedia untuk memulihkan hubungan antar selat dan mengekspansi kerjasama di sektor lainnya.

  

Presiden Ma mengatakan, pemimpin kantor urusan masing-masing selat pada tanggal 14 mendatang akan melangsungkan pertemuan ke-6 kalinya, pertemuan bilateral yang setingkat, hal ini belum pernah terjadi di masa lalu. Presiden Ma mengatakan: “sebenarnya, pemimpin kantor urusan masing-masing selat yang setingkat menteri telah bertemu 5 kali, mereka masih akan melangsungkan pertemuan untuk ke-6 kalinya, jenjang keduanya setingkat, ini merupakan hal yang belum pernah terjadi di masa lalu, hal ini juga membuat saya teringat pada bulan Desember tahun lalu, Presiden Obama mengumumkan memulihkan kembali hubungan diplomatik dengan negara Kuba, sebenarnya Amerika-Kuba telah putus hubungan, embargo ekonomi Kuba berjalan selama puluhan tahun, pada saat itu sangat mengejutkan.”

  

Presiden mengemukakan, pada tahun 1958 terjadi krisis selat Taiwan, Daratan Tiongkok melepas 47.000 artileri ke pulau Kinmen yang luasnya tidak lebih dari 150 meter persegi, kejadian ini menjadi serangan terdahsyat dalam sejarah, hingga saat ini tidak ada lagi pemboman, akan tetapi sejumlah ratusan ribu wisatawan, Ia mengharapkan agar dunia mengetahui Taiwan yang cinta damai, baik di kawasan selat Taiwan, laut Timur, laut Selatan semua akan menjadi damai, sebagai sarana kerjasama.

Komentar

Terbarumore