Yang terhormat Ketua Yuan Legislatif Wang Jin-pyng ; Gubernur Jenderal Kepulauan Solomon, Frank Kabui dan Ibu ; Wakil Presiden Honduras, Ricardo Antonio Alvarez Arias dan Ibu ; Wakil Presiden Paraguay Juan Eudes Afara dan Ibu ; Perdana Menteri Saint Christopher dan Nevis, Shawn Richards : Perdana Menteri Swaziland, Paul Dlamini ; Para Delegasi, Duta Besar dan Representatif yang berada di Republik Tiongkok, Wakil Presiden Wu Den-yih, Mantan Wakil Presiden, Vincent Siew, 5 Ketua Yuan, Para Ketua Partai, Para Menteri, Para Tionghoa Perantauan, Media dan Saudara-saudara sekalian, selamat pagi, apa kabar! (Menyapa dalam beberapa dialek)
I. Makna Mendalam Hari Nasional, Hasil Kerja Keras Selama 7 Tahun
Hari ini adalah Hari Nasional Republik Tiongkok ke 104 tahun, kita semua bersama-sama mengucapkan selamat ulang tahun kepada Republik Tiongkok!
Hari ini, semua Ketua Partai hadir dalam perayaan Hari Nasional.
Saya berharap semua perwakilan partai tidak membedakan partai berkuasa maupun oposisi, semua bersama-sama bersatu hati bagi Republik Tiongkok, mendukung Republik Tiongkok.
Hari Nasional tahun ini memiliki makna khusus. Tahun ini merupakan tahun ke 70 kemenangan perang Taiwan. 70 tahun yang lalu, seluruh tentara nasional dibawah naungan pemerintah nasional berhasil mengalahkan penjajahan, menolong negara, membangkitkan kembali Taiwan, membantu sekutu, meraih kemenangan dalam perang dunia ke dua. Kami yang hari ini berada di sini merayakan hari ulang tahun negara, tidak boleh melupakan masa selama 120 tahun lalu, tak terhitung jumlah mereka, termasuk patriot anti-Jepang dan pahlawan dari Taiwan yang telah mengorbankan nyawa sehingga baru ada hari ini, kita di Taiwan dapat menikmati kebebasan, keamanan dan kemakmuran.
7 tahun ini, meskipun pemerintah telah berupaya sekuat tenaga, tetapi masih ada bagian yang belum memuaskan, ada kesalahpahaman, untuk itu kami harus memberikan penjelasan.
Selama 7 tahun ini, kami berupaya membela kebebasan dan demokrasi. Dalam penilaian “Negara Demokrasi” yang dilakukan Amerika Serikat : tidak saja kedaulatan politik maupun kebebasan demokrasi warga, negara kita sejajar dengan negara maju yang tergolong sebagai negara liberal.
Dalam 7 tahun ini, kami menapaki keadilan sosial masyarakat. Berdasarkan data statistik Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk “Persamaan Gender”, Taiwan menempati urutan ke lima di seluruh dunia. Sementara untuk kesenjanganan sosial meskipun cukup besar, tetapi kami terus melakukan reformasi perbaikan pajak. Dari tahun 2001 dimana perbedaan pajak pendapatan dari keluarga yang berpendapatan paling besar sebanyak 6,39 kali lipat, pada tahun kemarin berhasil diturunkan menjadi 6,05 kali lipat, kesenjangan pajak pendapatan perorangan berhasil diturunkan menjadi 3,98 kali lipat, merupakan yang terendah selama 14 tahun terakhir ini. Kami telah merealisasikan keringanan pajak bagi pajak pendapatan gabungan pasangan suami istri, memperbaiki pendistribusian pajak dan mendorong penyehatan keuangan pemerintah; Kami juga merealisasikan pajak gabungan tanah dan bangunan; ini semua merupkan reformasi besar. Selain itu, pemerintah telah mencanangkan program pinjaman kredit khusus sebesar hampir NTD 640 milyar dan subsidi bunga bank pada 200 ribu keluarga yang membeli rumah; menyediakan subsidi sebesar NTD 8,1 milyar untuk biaya sewa rumah bagi 220 ribu keluarga. Ditambah dengan fasilitas lainnya, pemerintah telah memberikan sokongan bagai 670 ribu keluarga dengan nilai mendekati NTD 44 milyar, ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah, 16 kali lipat dari 7 tahun yang lalu, dan jumlah keluarga yang menikmati fasilitas lebih banyak 22 kali lipat.
Selama 7 tahun ini, kami sekuat tenaga mempromosikan kesejahteraan sosial. Kami mendorong peningkatan jumlah kelahiran dengan menyediakan subsidi melahirkan dan membesarkan anak untuk warga yang terkena cuti tanpa gaji sebesar NTD 30,5 milyar kepada 340 ribu pasangan muda ; jumlah bayi yang lahir tahun lalu mencapai 210 ribu orang, merupakan angka tertinggi ke dua selama 10 tahun terakhir; kami juga melonggarkan standar subsisi warga kaum miskin, dari 260 ribu menjadi 700 ribu lebih ; kami mempromosikan Asuransi Kesehatan (Askes) generasi ke 2, membuat semakin stabilnya jaminan kesehatan Taiwan di dunia, biaya asuransi kesehatan nasional kebanyakan orang tidak mengalami kenaikan, jumlah peserta Askes yang tidak mampu membayar premi dari 700 ribu pada tahun 2007 sekarang berkurang menjadi tidak lebih dari 40 ribu, ini memperlihatkan semakin meningkatnya perawatan terhadap kaum lemah. Asuransi Pensiun Nasional dan Asuransi Tenaga Kerja Anuitas sudah diberlakukan selama 6 tahun. Undang-undang “Perawatan Jangka Panjang” telah diselesaikan, “Rancangan UU Jaminan Perawatan Jangka Panjang” sebagai jaminan hari tua bagi para lanjut usia, juga telah disampaikan pada Yuan Legislatif.
Selama 7 tahun ini, kami telah menciptakan lingkungan yang nyaman untuk tinggal dan berkarya. Keamanan negara kita baik berada di uturan kedua dunia dan mendapat apresiasi dari dunia. Tingkat kejahatan menurun hampir 40%, tingkat pemecahaan kasus naik 11%. Jumlah kematian karena kecelakaan lalu lintas akibat pengendara mabuk turun 70%. Kerugian kejahatan penipuan berkurang 80%. Tingkat kematian bunuh diri turun drastis dan telah tersisihkan dari 10 penyebab kematian, tahun lalu jumlah kematian karena kecelakaan lalu lintas adalah terendah dalam 20 tahun, prestasi Anti Perdagangan Manusia di penilaian Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat selama 6 tahun berturut-turut di kelas pertama.
Selama 7 tahun ini, pemerintah mengembangkan enerji terbaharui. Sejak diberlakukannya “Undang-Undang Pengembangan Enerji Terbaharui” di 2007, pemerintah mendorong kebijakan “Ribuan Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Angin Di Darat dan Laut” dan “Jutaan Atap Pembangkit Listrik Tenaga Surya”, sehingga perangkat listri berkekuatan surya dalam 5 tahun terakhir tumbuh 65 kali lipat, kemampuan listriknya tumbuh 53 kali lipat. Penampungan listrik tenaga angin tumbuh 1,7 kali lipat dan kemampuannya tumbuh 2,7 kali lipat. Dari semua hasil ini telah menjadikan landasan kokoh bagi Taiwan menjadi warga yang hijau dan ramah lingkungan. Namun, sampai saat ini, energi terbaharukan masih belum stabil, sehingga belum dapat dijadikan sebagai sumber listrik utama, untuk kedepannya, pemerintah sudah seharusnya dibawah konsep hemat energi dan ramah lingkungan mencari “Sumber Enerji Gabungan Yang Serasi”, berusaha semaksimal mungkin mewujudkan hemat enerji dan ramah lingkungan. Pada Juni tahun ini, “Peraturan Pengurangan Gas Emisi Karbon dan Pengelolaan” telah diloloskan, sehingga kita sejalan dengan tren global pengurangan gas emisi
Dalam 7 tahun ini, kami dengan sepenuh hati memperjuangkan perekonomian. Berdasarkan “Laporan Daya Saing Tahunan Dunia” yang dikeluarkan Institut Pengembangan Management Internasional - Swiss, selama 7 tahun ini, rata-rata daya saing Republik Tiongkok berada di urutan ke 11,5 dunia, ini merupakan prestasi terbaik selama 20 tahun terakhir. Bulan Juli tahun ini, dalam laporan “Purchasing Power Parity” yang diumumkan majalah Amerika Serikat “Global Finance” , dengan memperhitungkan kapita Produk Domestik Bruto negara, Taiwan menempati urutan ke 17 dunia, lebih tinggi dari Jerman, Inggris, Perancis, Jepang dan juga Korea Selatan. Selama 5 tahun berturut-turut, upah minimum buruh dinaikkan, dengan kenaikan mendekati 16% ; bahkan tingkat kenaikan gaji tahun lalu sebesar 2,36%, untuk paruh pertama tahun ini sekitar 4,4%, semua ini merupakan yang tertinggi dalam 4 Naga Kecil Asia ; tingkat pengangguran juga mengalami penurunan hingga 3,73%, merupakan yang terendah selam 15 tahun terakhir ; harga barang juga stabil, merupakan yang terendah diantara 4 Naga Kecil Asia. Sedangkan untuk urutan “Indek Kesengsaraan Dunia”, dari 108 negara, Taiwan berada di urutan ke 4 dari belakang.
Guna antisipasi krisis ekonomi saat ini, dengan mempertimbangkan trend dan karakteristik industri Taiwan yang berorientasi ekspor, kami mempromosikan cara baru ekonomi “Pergerakkan Inovasi” ; dengan inti internetyang terintegrasi dengan sistem komputasi awan, data besar, aplikasi e-bisnis, mengunakan strategi Laut Biru ekspor “Industri 4.0” sebagai “Sistem Integrasi dan Pelayanan Produk”, sehingga mempromosikan peningkatan dan restrukturisasi ekonomi Taiwan.
II. Perdamaian Antar Selat Mendapat Dukungan, Memperluas Ruang Internasional
Selama 7 tahun ini, kami mendorong pengembangan hubungan antar selat yang damai, membawa wilayah yang rawan perang di Asia Timur, perairan Taiwan menjadi jalur utama perdamaian, telah mendapat apresiasi dari kebanyakan warga dunia. “mempertahankan status quo” telah menjadi kesepakatan bersama di Taiwan. Pimimpin dari partai oposisi juga mendukung “mempertahankan status quo”, ini adalah hal yang jarang terjadi, juga kembali membuktikan bahwa kebijakan hubungan antar selat selama 7 tahun pemerintah selain tidak bermaksud “Mendekati Daratan Tiongkok dan Menjual Taiwan” atau “Mengkerdilkan Kedaulatan” bahkan telah menjadi opini publik.
Selama 7 tahun ini, antar selat telah menandatangani 23 buah perjanjian kerjasama, pertemuan petinggi lembaga urusan antar selat telah bertemu 5 lima kali dan saling menyebut jabatan resmi. Wisatawan Daratan Tiongkok ke Taiwan telah terakumulasi hingga 14 juta orang, untuk tahun lalu mendekati jumlah 4 juta, tumbuh 10 kali lipat. Jumlah pelajar Daratan Tiongkok yang datang ke Taiwan dari 823 orang bertambah hingga 33 ribu orang, tumbuh 40 kali lipat. Setelah antar selat menandatangani “Perjanjian Kerangka Kerjasama Ekonomi”, telah menghemat pajak 2,5 miliar dolar AS, ekspor kita ke Daratan Tiongkok bertambah, keuntungan yang dinikmati kebanyakan adalah kalangan Pengusaha Industri Menengah Kebawah. Ekspor produk pertanian ke Daratan Tiongkok untuk pertama kalinya dalam sejarah muncul angka surplus dan setiap tahunnya terus bertambah. Namun tingkat ketergantungan ekpor Taiwan ke Daratan Tiongkok mulai menurun oleh karena kita mendiversifikasikan ekspor ke pasar lain. Antar selat saat ini berada pada era yang paling damai dan makmur setelah terpisah 66 tahun dan berbeda dengan situasi “sekarang” (lamban dan diperkuat) yang ada sebelum tahun 2008.
Dari segi hubungan internasional, selama 7 tahun lebih kami berusaha memainkan peran “Pencipta Perdamaian” dan “Penolong Kemanusiaan” dan telah membuahkan hasil yang baik. Kami di 2012 dan tahun ini masing-masing mengajukan “Inisiatif Perdamaian Laut Timur” dan “Inisiatif Permaian Laut Selatan” serta menandatangani “Perjanjian Perikanan Taiwan-Jepang” yang telah berfungsi untuk menyelesaikan 40 tahun pertikaian hak perikanan Pulau Diaoyu, sehinga tercapai “kedaulatan yang tidak bisa ditawar, hak perikanan yang maju”. Disaat yang bersamaan, dengan Filipina telah tercapai kesepakatan penegakan hukum dengan damai, pemberitahuan awal serta pelepasan secepatnya. Dari Haiti sampai Jepang, dari Filipina hingga Suriah, dari Afrika Barat hingga Laut Karibia, dari Nepal hingga El Savador, dari Irak hingga Guatemala, dimana dibutuhkan disitulah bantuan kemanusiaan kami sampai, rasa terima kasih dari warga negara itu tersimpan dalam hati masing-masing dan juga berkesan bagi masyarakat internasional. Saudara-saudara sekalian, selama 7 tahun ini lingkungan internasional menjadi lebih bersahabat, penyebab utama adalah membaiknya hubungan antar selat, meningkatnya hubungan baik antara Taiwan dengan Amerika adalah bukti. Tiada lagi persaingan yang tidak sehat antar selat dan telah meninggalkan kesan negatif tentang “diplomasi cek”. Ini adalah karena kita menggunakan pola pikir yang inovatif dan disaat yang bersamaan menyelasaikan dua hal yang berkaitan dengan “antar selat” dan “internasional”, menciptakan sebuah konsep “diplomasi lunak”. Hubungan antar selat semakin stabil maka kita semakin memiliki kemampuan untuk mendorong kebijakan kepedulian internasional yang “memiliki tujuan yang jelas, prosedur yang resmi dan efisien” serta mendapat penghormatan dan apresiasi yang semakin banyak dari masyarakat dunia, ini adalah siklus yang baik dan menguntungkan bersama.
Selama 7 tahun ini negara kita menggunakan sebutan yang tepat, identitas yang tepat, pejabat menteri, perlakuan yang sederajat dan berhubungan langsung untuk menghadiri “Majelis Kesehatan Dunia” setelah 38 tahun. Kami juga menghadiri pertemuan “Organisasi Penerbangan Sipil Internasional” setelah 42 tahun, dibawah kerangka Organisasi Perdagangan Dunia mengikuti “Perjanjian Pengadaan Pemerintah”, semua ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Di tahun 2000, dengan Daratan Tiongkok menandatangani “Perjanjian Kerangka Kerjasama Antar Selat”. Sejak 2001 hingga hari ini, termasuk “Perjanjian Jaminan dan Promosi Investasi” dengan Jepang sudah menandatangani 25 perjanjian. Pada Maret 2003, kita telah memulihkan negosiasi “Perjanjian Kerangka Perdagangan dan Investasi” dengan Amerika. Pada bulan Juli menandatangani “Perjanjian Kerjasama Ekonomi Taiwan-Selandia Baru”, bulan November menandatangani “Perjanjian Kemitraan Ekonomi Taiwan-Singapura”, setiap perkembangan ini adalah dobrakan. Untuk kedepannya, kami masih ingin bergabung dalam “Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik” yang baru-baru ini tercapai serta “Perjanjian Kemitraan Ekonomi Regional Komprehensif” serta mempercepat ikut serta dalam integarasi ekonomi regional.
Selama 7 tahun ini, reputasi internasional Republik Tiongkok semakin baik, wisatawan negeri kita mendapat sambutan yang baik dari seluruh negara-negara dunia. Sejak 1997 sampai sebelum saya menjabat di tahun 2008, hanya ada 54 negara dan wilayah yang memberikan fasilitas bebas visa kepada warga negara kami, Visa Kunjungan Saat Kedatangan atau Visa semakin mudah dan sampai saat ini sudah ada 153 (negara dan wilayah), bertambah 99 (negara dan wilayah), ini adalah yang belum pernah terjadi sebelumya. Wisatawan Asing semakin suka datang ke Taiwan, tahun lalu telah mencapai 9,91 juta orang, jumlah ini adalah 2,6 kali lipat dibandingkan sebelum saya menjabat, laju pertumbuhan ini adalah kedua terpesat di dunia dan telah menciptakan devisa dari sektor wisata lebih dari 400 miliar dolar Taiwan. Ini semua adalah yang tidak pernah ada dalam sejarah. 7 tahun yang lalu, hubungan antar selat dan internasional dari yang semula adalah siklus yang tidak sehat telah kami putar menjadi siklus yang sehat! Sekarang, kebanyakan warga Taiwan ingin mempertahankan status quo yang seperti apa? Yaitu “status quo” yang sehat! (Ditegaskan)
III. Mempertahankan status quo tidaklah mudah, mengharapkan generasi berikutnya meneruskannya
Saat ini hubungan antar selat memberikan hasil yang cukup baik, namun apakah kondisi saat ini akan mampu terus bertahan? Terus terang saja, saya sangat khawatir. Karena mempertahankan kondisi ini bukanlah hal yang mudah. Hubungan antar selat wajib berpegang pada prinsip agar tetap dapat mempertahankan status quo; sedikit menjauhi dari prinsip, maka kondisi antar selat akan berubah, kembali berbalik pada masa 7 tahun yang lalu dimana hubungan antar selat yaitu berada pada posisi terjebak, sehingga hubungan internasional juga terhambat.
Berikut ini adalah 5 jenis prinsip yang dipergunakan dalam mempertahankan status quo selama 7 tahun ini:
Pertama, dalam struktur konstitusi Republik Tiongkok, mempertahankankan hubungan antar selat berpegang pada “Tidak unifinikasi, Tidak merdeka dan Tidak berperang”. Ini menjadi “Kesepakatan Taiwan” yang didukung oleh 80% opini publik.
Kedua, pada dasar prinsip “konsensus 92, satu Tiongkok persepsi masing-masing”, mempromosikan perkembangan hubungan antar selat yang damai. Konsep ini diusulkan oleh Taiwan, pihak Daratan Tiongkok menyetujui, ada lebih dari 50% dari opini publik yang sependapat dengan “Kesepakatan Antar Selat”.
Ketiga, konsep menjalankan pertukaran berpegang pada “mengutamakan Taiwan, menguntungkan warganya”.
Keempat, prinsip dalam bernegosiasi adalah “mendahulukan hal yang mendesak, menyelesaikan hal yang mudah terlebih dahulu baru yang sulit, mendahulukan ekonomi baru politik”.
Kelima, interaksi berpegang pada “prinsip sederajat, bermartabat dan timbal balik”.
Dari kelima prinsip tersebut dimana pada prinsip kedua “konsensus 92, satu Tiongkok persepsi masing-masing” menjadi prinsip terpenting, dikarenakan dalam pengamatan sejarah “konsensus 92” selama 23 tahun, hubungan antar selat dan “konsensus 92”,mengarah pada sikap saling berdampingan menuju kesuksesan, saling menjauhi maka merugikan, saling bertolak belakang maka menimbulkan ketidak stabilan. “Konsensus 92” adalah berdasarkan konstitusi, pihak Taiwan yang dimaksud “satu Tiongkok” tentu saja adalah Republik Tiongkok, dan sama sekali bukan “dua Tiongkok”, “satu Tiongkok satu Taiwan” atau “Taiwan merdeka”. Selama 7 tahun ini, dengan berasaskan “konsensus 92” meningkatkan hubungan antar selat, dalam hal ini sangat efektif telah mempertahankan martabat Taiwan dan mempromosikan kerjasama lintas selat, menciptakan kondisi dimana sebagian besar warga Taiwan sependapat dan turut mendukungannya. Jika tidak ada “konsensus 92”, maka mempertahankan status quo hanya sekedar slogan, omongan belaka, tidak mungkin direalisasikan secara menyeluruh, juga tidak mungkin mempromosikan perkembangan hubungan antar selat yang damai.
Hal yang diungkapkan tadi mengenai “Kesepakatan Taiwan” dan “Kesepakatan Antar Selat”, diharapkan menjadi dasar yang dapat menciptakan lingkungan yang sehat dalam membina hubungan antar selat maupun hubungan internasional, jika presiden berikutnya bersedia untuk melanjutkannya, maka hubungan antar selat akan tetap stabil. Sebenarnya, siapapun yang menjadi presiden berikutnya, dalam masa jabatannya akan diambil sumpah sesuai dengan konstitusi pasal 48, sumpah pertama adalah “saya sepenuhnya bersikap jujur, berjanji kepada seluruh warga Republik Tiongkok, saya akan mematuhi konstitusi”. Dengan demikian, seorang presiden Republik Tiongkok menerima “Konsensus 92” yang berdasarkan konstitusi Republik Tiongkok, sesuai dengan konstitusi dan undang-undang, ini adalah hal yang sudah seharusnya, maka apa yang menjadi hambatan lagi?
Dalama catatan terbaru sejarah perang perlawanan pemerintah setempat Daratan Tiongkok mengusulkan untuk “saling berbagi bahan sejarah, menulis sejarah bersama”, kami tetap bersikap terbuka. Dalam pelaksanaannya pun, kami bersedia berpegang pada prinsip “sederajat dan timbal balik”, “tidak ada yang dirahasiakan”, “tidak menbentuk wilayah terlarang”, “penelitian yang bebas” serta tidak mengesampingkan ilmuwan dari luar negeri untuk ikut serta. Kami yakin kedua belah pihak akan mampu secara jujur menghadapi sejarah, yang akan mendekatkan jarak masing-masing warga selat dan baik untuk perkembangan hubungan antar selat yang damai.
IV. Penutup
Saudara-saudara sekalian, selama saya menjabat, hubungan antar selat semakin damai dan stabil. Namun, di Hari Ulang Tahun ini, saya secara khusus ingin menyampaikan kekhawatiran yang ada, di satu sisi adalah dilandasi tanggung jawab pemimpin negara, di sisi lain adalah dilandasi perasaan terhadap Taiwan. Seperti istilah “melakukan sesuatu harus berpikir panjang”, ini harus saya sampaikan di kesempatan penting ini, sehingga rakyat mengerti, bahwa Taiwan akan menghadapai masa depan yang seperti apa serta antisipasi yang harus dilakukan.
Saudara-saudara sekalian, memerintah bagaikan membangun sebuah jalan. Kemajuan kita mungkin kurang cepat, namun arah kita adalah tepat, perencanaan yang lengkap, dasar yang kokoh, sehingga orang yang meneruskannya dapat melangkah lebih besar. Saya yakin, asalkan Taiwan tetap pada jalur yang tepat ini, maka kita perdamaian dan kemakmuran yang kita nikmati saat ini akan terus berkelanjutan.
Sekarang, mari kita semua bersama-sama menyerukan :
Republik Tiongkok Panjang Umur!
Demokrasi Tawain Panjang Umur!
Terima Kasih.