(Taiwan, ROC) – Ujian Lapangan untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi atau SIM pada bulan Juni Tahun 2016 akan mengalami perubahan baru, dengan menambahkan 4 mata ujian baru yakni: 2 tahap belok kiri, perubahan jalur kendaraan, henti dulu baru jalan dan belok langsung ke sudut jalan yang di depan. Direktorat Jendral Jalan Umum Kementrian Transportasi atau THB pada hari Kamis tanggal 7 Oktober mengumumkan keterangan pengurangan nilai ujian terkait, di antaranya bagi peserta ujian yang tidak mentaati peraturan 2 tahap belok kiri dan langsung membelokkan kendaraan ke kiri, merubah jalur kendaraan tanpa memberikan lampu peringatan kendaraan terlebih dahulu, tidak berhenti dulu baru jalan saat berada di persimpangan jalan, maka semua mata ujian baru ini disebut sebagai “Si Kejam dalam ujian lapangan”, karena tidak lulus 1 mata ujian yang disebutkan langsung akan dikurangi nilai 32. Perubahan ini diprediksi akan mempengaruhi sebanyak 410 ribu orang setiap tahunnya.
Nilai maksimal ujian lapangan adalah 100. Bagi peserta dengan nilai ujian di bawah 70, maka dianggap tidak lulus. Ini juga berarti peserta yang gagal melewati 1 mata ujian “Si Kejam”, sudah dipastikan tidak akan mendapatkan kartu SIM.
Sementara itu daftar pertanyaan ujian tertulis SIM motor baru saja terjadi perubahan baru pada bulan Juli yang lalu, dari 634 pertanyaan bertambah hingga menjadi 1.606 pertanyaan. Sementara jumlah pertanyaan yang akan muncul dalam ujian juga mengalami penambahan dari 40 pertanyaan menjadi 50 pertanyaan. Dengan adanya perubahan dalam ujian lapangan pada tahun depan, boleh dikatakan ujian untuk mendapatkan SIM di Taiwan akan semakin sulit.
Menurut pengamatan dari Kementrian Transportasi dan Instansi Kepolisian, banyak pengendara sepeda motor yang belum memiliki kebiasaan untuk menyalakan lampu peringatan arah kendaraan yang akan diambil oleh pengemudi. Selain itu saat mendekati persimpangan jalan sering tidak berhenti terlebih dahulu, yang mana juga berarti si pengemudi langsung menerobos lampu merah. Semua ini adalah penyebab kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi. Sementara itu berkenaan dengan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan karena si pengemudi tidak melakukan tindakan “2 tahap belok kiri”, maka pihak THB memutuskan untuk memasukkan bagian ini men jadi salah satu mata ujian lapangan.
Sementara itu, bagi peserta ujian yang tidak berhenti di bagian penantian usai menjalani “2 tahap belok kiri”, akan dikurangi nilai 16. Bagi peserta ujian yang telah menyalakan lampu peringatan arah kendaraan saat ingin melakukan perubahan jalur kendaraan, namun tidak menoleh terlebih dahulu atau melihat kondisi di belakang kendarang melalui kaca cermin yang ada di motor, maka akan dikurangi nilai 16. Saat berada di persimpangan jalan, baik jalan utama maupun jalan biasa, sekalipun telah menghentikan kendaraan, namun tidak melihat kondisi bagian kiri dan kanan jalan atau menyalakan lampu peringatan arah kendaraan, juga akan dikurangi nilai 16. Bagi yang menurunkan satu kaki saat membelokkan kendaraan ke sudut jalan yang berada di depan, akan dikurangi nilai 8, dan jika menurunkan 2 kaki sekaligus akan dikurangi nilai 16.