(Taiwan, ROC) - Seiring dengan perayaan Hari Nasional Republik Tiongkok ke 104, Akademi Nasional Kesenian Taiwan (TCPA) menampilkan pertunjukan yang diberi judul “Hati Samudra, Cinta Yang Kekal”. Pertunjukan opera yang memadukan tarian dan bela diri yang melibatkan 200 siswa yakin akan memikat perhatian para penonton yang hadir dimana menggambarkan keharmonisan alam semesta, mengucapkan selamat ulang tahun kepada Republik Tiongkok dan segenap warganya, bersama-sama menciptakan masa depan yang cerah.
TCPA adalah satu-satunya akademi di dalam negeri yang membina Sumber Daya Manusia kesenian opera. Semenjak berdiri 1969, akademi ini memiliki target “Mewariskan budaya tradisional dan mengintegrasi inovasi” dan memiliki visi berkomitmen pada warisan dan menyebarluaskan kebudayaan opera Tiongkok serta membina para seniman opera yang berbakat. TCPA yang setiap kali menerima undangan untuk tampil di acara-acara kenegaraan di dalam dan luar negeri telah membuahkan hasil yang sangat baik, kali ini menjadi pertunjukan penutup dalam perayaan Hari Nasional. Dimana pertunjukan kali ini dipersembahkan khusus kepada rakyat Taiwan dan seluruh tamu undangan.
Pertunjukan yang diberi judul “Hati Samudra, Cinta Yang Kekal” terinpirasi dari lautan samudra yang menggambarkan kehidupan yang berkesinambungan telah melindungi Taiwan, memberikan kedamaian dan memakmurkan dunia. Dalam sesi pertama berjudul “Pujian Kehidupan”. Ombak lambang air yang hidup, ikan-ikan kecil yang berenang kesana-kemari dan diiringi oleh pujian syukur kepada samudra. Ini melambangkan samudra yang tanpa pamrih dan penuh kasih, ia yang memulai kehidupan, menyediakan kekayaan alam bagi Taiwan, menghidupi rakyatnya. Sesi kedua berjudul “Hati Samudra” menggambarkan kebahagiaan dari sebuah kelahiran. Di tengah keramaian laut terlihat Landak Laut dan ikan-ikan berenang dengan riang, Bintang Laut, Udang Laut dan Kuda Laut bersama-sama menikmati kehangatan samudra. Di sesi ketiga yang berjudul “Hidup yang berkesinambungan” adalah kelanjutan dari sumber alam yang tiada habisnya, semangat hidup yang bergariah dimana melambangkan lahirnya kehidupan yang baru. Di sesi ke empat bertemakan “Cinta yang kekal” menggambarkan laut adalah sumber kehidupan seluruh makhluk hidup dan telah memberikan kasih yang besar bagi manusia. Di dasar laut terlihat batu-batuan karang yang indah, ikan-ikan tropis bercanda diatasnya kemudian memberikan hormat kepada Hati Samudra dan Peri Karang yang muncul secara perlahan. Kemudian pada akhirnya seluruh makhluk hidup di laut mengelilingi Hati Samudra, Peri Karang bersama dengannya mempersembahkan puji syukur dan mendoakan rakyat dan tamu undangan dari dalam dan luar negeri yang hadir.
Para seniman yang hadir dalam opera “Hati Samudra, Cinta Yang Kekal” adalah dari kalangan pelajar SMP, SMA, Mahasiswa serta remaja dari sanggar tari dan opera. Bertumpu dari kesenian tradisional yang berintegrasi dengan pola pikir yang inovatif, menggabungkan kesenian opera, seni bela diri, akrobat mempersembahkan pertunjukan yang sangat menakjubkan dari tempat yang tinggi serta gerakan tubuh yang sangat memukau pandangan para hadirin. Diharapkan melalui pertunjukan ini mampu menggambarkan peleburan hasil dari “budidaya tradisional dan inovasi masa kini”, sehingga anda dapat melihat semangat muda-mudi yang optimis serta dinamis. Mendoakan negara terus berkembang, makmur dan persaudaraan diseluruh dunia.