(Taiwan-ROC) Direktoral Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) hari Rabu (7/10) mengumumkan Indeks Harga Konsumen (Consumen Price Index/CPI) untuk bulan September sebesar 0,68% atau naik 0,28% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, dan merupakan tingkat indeks dengan pertumbuhan plus pertama sejak bulan Januari tahun ini, ini berarti menghentikan pertumbuhan minus selama 8 bulan; penyebab utamanya karena adanya angin taifung dan festival kue bulan sehingga harga sayur, buah dan daging lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, ditambah lagi dengan harga makanan siap saji dan makanan lainnya yang juga mengalami kenaikkan.
Ditinjau dari unsur pembentuk CPI, DGBAS membeberkan, karena harga bahan bakar minyak yang mengalami penurunan sebesar 2 digit, mengakibatkan penarikan turun angka indeks keseluruhan sebesar 0,96%; namun dipengaruhi serangan taifung Soudelor dan Dujuan, ditambah dengan kebutuhan pada masa festival kue bulan sehingga harga sayur dan buah-buahan melonjak naik, untuk sayur meninggkat 34% merupakan kenaikan terbesar selama 3 tahun terakhir ini, sedangkan harga buah-buahan naik 12%. DGBAS menekankan, apabila dikurangi dengan indeks harga sayur dan buah-buahan serta sumber energy, indeks inti CPI menunjukkan kenaikan sebesar 0,60%, memperlihatkan harga barang stabil.
Sementara itu, untuk Indeks Harga Grosir (WPI) bulan September, jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya menunjukkan penurunan sebesar 8,57%, meneruskan penurunan selama 13 bulan berturut-turut, dengan penyebab utama adalah turunanya harga minyak bumi, batu bara dan lainnya.