(Taiwan – ROC) Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), hari Rabu (7/10) menyampaikan, melalui pendataan, dalam satu pekan ini penderita demam berdarah yang meninggal bertambah 33 orang, sehingga jumlah keseluruhan warga yang meninggal karena demam berdarah pada musim panas tahun ini mencapai 89 orang; Upaya pencegahan pemerintah daerah Tainan dan pemerintah pusat telah menunjukkan hasil, wabah demam berdarah yang paling parah di kota Tainan berangsur-angsur menurun, untuk tetangga terdekat yaitu kota Kaohsiung juga stabil. Hingga berita ini disampaikan jumlah pasien demam berdarah di seluruh Taiwan mencapai 21.357 kasus.
Tahun ini wabah demam berdarah menyerang Taiwan, dalam waktu 2 bulan wabah ini merebak, dimulai dari kotaTainan. berdasarkan data statistic terbaru CDC, dalam 1 hari kemarin (6/10) jumlah pasien baru yang terjangkit demam berdarah bertambah 385 orang, dibandingkan dengan beberapa hari lalu yang mana penambahan jumlah pasien perharinya berkisar 500-600 orang, angka ini memperlihatkan penurunan.
Ketua CDC, Juang Ren-yang mengemukakan, kemarin penambahan sebanyak 385 pasien, 277 orang tinggal di kota Tainan, 98 orang lainnya berdomisili di kota Kaohsiung. Dilihat dari situasi wabah, jumlah kasus di wilayah Tainan mengalami penurunan, i untuk kota Kaohsiung dapat terkendali. Juang Ren-yang mengatakan, “Wabah keseluruhan di kota Tainan untuk saat ini berangsur-angsur berkurang, sedangkan kota Kaohsiung stabil, memasuki bulan Oktober merupakan masa puncak wabah di Kaohsiung, kami masih tetap terus melakukan pencegahan, masyarakat juga harus tetap waspada, melakukan pembersihan sumber penyakit.