Kemitraan Trans-Pasifik(TPP) telah mencapai kesepakatan dalam pertemuan tingkat menteri yang berlangsung di Atlanta pada tanggal 5 Oktober, pertumbuhan ekonomi global skala besar akan mencapai 40% dari keseluruhan. Kemenlu pada hari ini (10/6) mengatakan untuk hasil kami ini akan mempromosikan kawasan Asia Pasifik mengarah pada perluasan dan memperdalam perekonomian secara menyeluruh, ada manfaatnya untuk perkembangan perekonomian regional.
Lin Yong-lek mengatakan: “untuk tahap TPP kali ini, kami tentu saja mengharapkan agar dapat bergabung pada pembahasan di tahap ke-2, terkait dengan persyaratan nyata tertuang dalam TPP, di masa mendatang dalam kerjasama APEC akan terbuka, kami berpikir masih tetap dengan sasaran demikian. Konferensi APEC tingkat tinggi yang berlangsung pada tanggal 18 Nopember, di bagian depan ada pertemuan bilateral antar pimpinan, akan kami sesuaikan dengan jadwal yang direncanakan.”
Taiwan menjadi bagian penting dalam perekonomian kawasan Asia Pasifik, bersama dengan 12 negara anggota APEC lainnya bekerjasama dalam bidang ekonomi kawasan Asia Pasifik, Kemenlu selain menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan pertemuan anggota TPP ini, juga menghimbau agar memperlaju pergerakan TPP secara menyeluruh, memberikan bantuan bagi anggota baru untuk ikut bergabung guna memperluas efektivitas kemitraan.
Jurubicara kemenlu Eleanor Wang mengatakan, bersama menteri perekonomian telah berupaya keras, mempersiapkan segalanya, dalam negeri mendapat kesepakatan, terus mengupayakan dukungan dari luar negeri, target kebijakan agar secepatnya bergabung dalam TPP, agar Taiwan juga dapat memperluas ruang lingkup ekonomi internasional.