History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wamenko : Amerika Serikat Beranggapan Taiwan Tidak Sampai Tidak Menepati Janji

  • 02 October, 2015
  • Editor
Wamenko : Amerika Serikat Beranggapan Taiwan Tidak Sampai Tidak Menepati Janji
Wakil Menteri Ekonomi, Bill Cho Shih-chao

(Taiwan-ROC) Pertemuan “Perjanjian Kerangka Kerjasama Perdagangan dan Investasi (TIFA)” Taiwan dan Amerika Serikat berakhir tanggal 1 Oktober 2015, kedua belah pihak mengungkit masalah produk daging, tetapi masing-masing pihak tetap besikeras pada posisi masing-masing, pihak AS kembali mengungkapkan manajemen keamanan pangan menurut standar ilmiah, sementara pihak Taiwan kembali menegaskan kebijakan “pemisahan standar daging sapi dan babi”, masalah produk daging ini juga mempengaruhi perkembangan penandatanganan Perjanjian Investasi Bilateral (BIA) Taiwan dan Amerika Serikat.

Wakil Menteri Ekonomi, Bill Cho Shih-chao (卓士昭) tanggal 2 Oktober ketika diwawancarai mengemukakan, negosiator yang mewakili Amerika Serikat juga harus mendapatkan kekuasaan dari Kongress AS baru dapat menandatangani BIA, tetapi Kongres AS memang memprihatikan kemitraan dan komitmen perdagangan.

Bill Cho menegaskan pihak AS beranggapan Taiwan belum memenuhi “protocol daging sapi Taiwan-AS”, bersamaan dengan itu pihak kami telah menghubungi Organisasi Perdagangan Internasional (WTO) yang mana akan menentukan standar “Ractopamine” pada pangan, tetapi hingga kini belum dipastikan, sehingga dianggap Taiwan seharusnya menepati janjinya.

Bill Cho mengatakan, “Dia (Deputi Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat, Robert Holleyman) kemarin secara khusus mengungkit hal ini, semua beef protocol (protocol daging sapi Taiwan dan Amerika) bukan berarti tidak menepati janji. Kami pada tahun 2007 telah menghubungi WTA dan kami akan menetapkan standar MRL ractopamine pada daging babi, kami juga tidak mengikar janji, dia kemarin secara khusus mengemukakan 2 contoh untuk menjelaskan masalah yang dipertanyakan anggota kongres, apabila masalah ini tidak dapat memberikan jawaban bagi kongres, maka dia mengalami kesulitan untuk mendapatkan kekuasaan dari kongres, sulit untuk menandatangani perjanjian.”

Perjanjian TIFA yang sempat tertunda pada tahun 2008 karean masalah daging sapi Amerika, hingga tahun 2013 baru kembali digelar, tetapi Bill Cho menegaskan, dikedepannya pertemuan TIFA tidak akan terhenti lagi karena masalah produk daging, karena kedua belah pihak beranggapan, TIFA merupakan ajang penting bagi komunikasi perdagangan dan ekonomi bilateral, pihak AS juga beranggapan TIFA harus terus berjalan.

Komentar

Terbarumore