History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Debat Sidang Majelis PBB Haiti dan Solomon Mendukung Taiwan

  • 02 October, 2015
  • Editor
Debat Sidang Majelis PBB  Haiti dan Solomon Mendukung Taiwan
Presiden Haiti, Michel Joseph Martelly

(Taiwan – ROC) Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke 70 tanggal 1 Oktober memasukki hari ke 4, yang mana terdapat urutan 38 kepala negara dan juru bicara, Wakil Presiden Nikaragua, Moises Omar Halleslevens Acevedo diurutan ke 24, yang dalam pidatonya tidak mengungkit masalah Taiwan atau masalah Taiwan. Sedangkan tanggal 1 Oktober malam pada perdebatan peserta terakhir yaitu Menteri Luar Negeri, Arturo Corrales, dari negara Honduras, negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, mengalami penundaan.

Presiden Haiti, Michel Joseph Martelly, yang pada bulan Juli Tahun ini sempat menyambut Presiden Republik Tiongkok (ROC) Ma Ying-jeou saat berkunjung ke Haiti, dalam pidatonya menyampaikan, menyambut hangat perkembangan persahabatan dan dialog antara Daratan Tiongkok dan Taiwan, dan yakin membaiknya hubungan antar selat Taiwan meredakan sengketa dan perseteruan dan ini patut menjadi contoh pelajaran bagi negara-negara di Asia Tenggara.

Ketika Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare menyampaikan pidatonya, ia menghimbau Badan-Badan khusus PBB bersedia menerima keinginan dari Republik Tiongkok untuk berpartisipasi, sehingga Taiwan dapat terus memikul tanggung jawab internasional dalam perubahan iklim dan keamanan penerbangan.

Manasseh Sogavare juga menyampaikan, dunia internasional seharusnya menyambut Repbulbik Tiongkok bergabung dalam Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC). Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB yang saat ini tengah berlangsung hingga tanggal 6 Oktober mendatang, dalam ajang ini ada 7 negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan yang tampil yaitu Paraguay, Swaziland, Saint Vincent, Nauru, Kepulauan Marshall, Haiti dan Kepulauan Solomon, dan memberikan pujian atas upaya keras Taiwan mengurangi ketegangan di antar selat Taiwan.

Komentar

Terbarumore