(Taiwan – ROC) Wabah demam berdarah telah merebak selama 2 bulan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) hari ini (2/10) menegaskan, kemarin (1/10) di seluruh Taiwan ada 533 orang lagi yang terjangkit demam berdarah, diantaranya ada 428 orang berada di Tainan, dibandingkan dengan pekan lalu jumlah ini mengalami pengurangan sebesar 281 orang, ini menunjukkan adanya perbaikan.
Jumlah keseluruhan kasus demam berdarah di Taiwan telah mencapai 19 ribu orang lebih; yang paling parah adalah kota Tainan, tetapi jumlah kasus wabah berangsur-angsur berkurang.Wakil Ketua CDC, Juang Ren-yang mengatakan, “Untuk kota Tainan rata-rata jumlah kasus selama 8 hari belakangan ini mengalami penurunan, untuk itu kemarin ketua kami juga mengatakan, terhadap wabah di kota Tainan ia memiliki keyakinan 90% akan ada pemulihan.”
Juang Ren-yang beranggapan, epidemi kota Tainan telah menunjukkan pemulihan, tetapi berhubung pekan lalu hujan karena datangnya angin topan Dujuan, sehingga penurunan kasus demam berdarah tidak stabil, masih perlu dilakukan pemantauan selama 2 pekan lagi.
Meskipun kabar baik pemulihan wabah demam berdarah Taiwan, tetapi situasi wabah di daerah tetangga yaitu Kaohsiung tidak terlalu baik, kemarin (1/10) kasus penyakit bertambah 95 orang, angka ini menunjukkan peningkatan. Pemerintah kota Kaohsiung beranggapan ini sebagai tanda untuk lebih agresif melakukan pencegahan.