History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

William Lai Junjung Kemerdekaan Taiwan

  • 01 October, 2015
  • Editor
William Lai Junjung Kemerdekaan Taiwan
Ketua MAC, Hsia, Pendapat William Lai Tidak Sejalan dengan Pemerintah Pusat

(Taiwan, ROC) – Walikota Tainan William Lai (賴清德) di hadapan DPRD Tainan menyatakan dirinya menjunjung kemerdekaan Taiwan, Menteri Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Andrew Hsia, pada hari Kamis (1/10) dihadapan Yuan Legislatif menyampaikan, pemerintah akan berpatokan terhadap hukum konstitusi dari Republik Tiongkok, yaitu berdasarkan Konsensus 92 yang menyatakan tidak unifikasi, tidak merdeka dan tidak ada kekerasan, dan seharusnya kita menghargai keadaan saat ini.

Hsia mengatakan,“Selama 7 tahun terakhir ini, hubungan antar kedua selat sebenarnya sangat stabil dan masih terus berkembang, kami harapkan kita dapat terus menghargai keadaan ini.”

Lebih lanjut, Hsia menjelaskan, walaupun pendapat William Lai tidak sejalan dengan pemerintah pusat, namun Dewan Urusan Daratan Tiongkok tetap menghormati pendapat ketua Partai Progresif Demokrat (DPP) yaitu untuk terus menjaga hubungan saat ini.

Menteri MAC mengatakan,“pendapatnya sangat bertentangan dengan pemerintah berkuasa saat ini, sama sekali tidak sejalan. Kami menghormati kebijakan Ketua Tsai Ing-wen untuk terus menjaga hubungan saat ini, selain itu berdasarkan konstitusi dari Republik Tiongkok agar dapat terus menghargai keadaan ini.”

Anggota Dewan Yuan Legislatif partai DPP, Wu Yu-sheng (吳育昇) mengajukan hasil jajak pendapat Dewan Urusan Daratan Tiongkok pada pertengahan bulan Juli lalu, bahwa ada 72,2% masyarakat mendukung pemerintah tetap berada pada dasar konstitusi Republik Tiongkok yaitu terus menjaga keadaan tidak unifikasi, tidak merdeka dan tidak ada kekerasan. Hsia menambahkan, ini merupakan kesepakatan terbesar masyarakat Taiwan.

Walikota Tainan William Lai saat menjawab pertanyaan anggota DPRD partai DPP Li Wen-zheng, mengatakan, keputusan DPP tahun 1999 dengan sangat jelas mengatakan bahwa Taiwan adalah negara merdeka dengan nama Republik Tiongkok dan keputusan masa depan Taiwan ada di tangan 23 juta penduduknya. Pernyataannya kemaren adalah berdasarkan opini dari partai DPP, permasalahan lintas-selat harus berdasarkan kenyataan, namun dengan tulus menyelesaikan masalah bersama-sama

Komentar

Terbarumore