(Taiwan, ROC) - Hari Kamis tanggal 1 Mei merupakan Hari Buruh Internasional. Perdana Menteri Jiang Yu-hwa dalam rapat di Yuan Eksekutif menyatakan rasa terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada para kaum pekerja maupun buruh atas sumbangsih yang telah diberikan. Usai memberikan laporan mengenai program kerja ketenagakerjaan dalam rapat Yuan Eksekutif, PM Jiang Yu-hwa mengatakan bahwa Kementrian Ketenagakerjaan dalam beberapa tahun terakhir ini telah banyak menghasilkan berbagai program kerja yang cukup besar dalam bidang ketenagakerjaan, termasuk di antaranya perbaikan gaji minimal pekerja, pengusahaan uang jaminan pensiun, tambahan dana bagi para pekerja yang cuti karena melahirkan, perubahan 3 hukum pokok ketenagakerjaan, perbaikan hukum kesehatan dan keamanan lingkungan kerja, perpanjangan bantuan dana para tunakarya dan juga mendorong program pekerja bagi para generasi muda.
Jiang Yu-hwa menyebutkan bahwa para pekerja merupakan tiang utama dalam pembangunan sebuah negara. Menjamin hak-hak para pekerja dan meningkatkan kesejahteraan para pekerja merupakan program kerja utama pemerintah. Ia mengatakan bahwa Kementrian Ketenagakerjaan telah berhasil mendorong berbagai program rencana yang bertujuan untuk memperbaiki situasi dan kondisi lapangan pekerjaan serta cara peningkatan kesejahteraan para pekerja.
Berkenaan dengan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para buruh yang bertajuk “Anti upah rendah, Anti Outsourcing 2014”, Jiang Yu-hwa mengatakan bahwa pemerintah berusaha untuk mendengar aspirasi masyarakat dan akan berusaha untuk berjalan seiring dengan kehendak para pekerja.
Juru bicara Yuan Eksekutif Sun Lih-chyuan mengatakan, “Sebenarnya, pemerintah terus mendengar secara teliti setiap suara para kaum pekerja, dan banyak hal yang telah dilakukan guna mencapai hal yang dituntut. Pihaknya juga meminta Kementrian Ketenagakerjaan dan instansi yang terkait lainnya untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai apa yang menjadi kendala bagi pemerintah, dan mengharapkan masyarakat dapat memakluminya.”
Selain itu, sehubungan dengan permintaan kaum buruh yang menuntut pengurangan jam kerja dari 84 jam per 2 minggu menjadi 80 jam per 2 minggu, wakil menteri ketenagakerjaan Chen Yu-min menjelaskan bahwa pihaknya dalam kurun waktu dekat akan menggelar sebanyak 30 ajang dengar pendapat dan bertukar pikiran antara pekerja, pengusaha dan kelompok masyarakat. Hal ini diharapkan dapat tercipta satu kesepahaman, dan berharap pada akhir tahun ini dapat mengajukan program rencana pengurangan jam kerja. Dalam rancangan perubahan peraturan tersebut, juga akan turut memasukkan unsur hari libur biasa, hari libur nasional, hari istirahat sebagai bagian dari rancangan tersebut.