(Taiwan, ROC) Jumlah kasus demam berdarah (dengue) yang tercatat di Taiwan sejak memasuki musim panas tahun ini telah meningkat menjadi 17.425 kasus, dengan sekitar 98% kasus berpusat di daerah paling serius yaitu Tainan dan Kaohsiung, sementara angka kematian bertambah empat orang, demikian berdasarkan statistik terbaru yang dirilis Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC) Senin (28/9).
Menurut laporan CDC, jumlah kasus dengue di Tainan telah mendobrak 15.000 kasus menjadi 15.055 kasus pada hari Minggu, sedangkan di Kaohsiung, jumlah yang tercatat juga telah melampaui 2.000 kasus.
Dibandingkan kedua daerah ini, kota dan kabupaten lain mencatat jumlah kasus yang relatif kecil, dimana 64 kasus tercatat di Pingtung, 36 di Taipei Baru 35 di Taichung, 29 di Taipei, 26 di Taoyuan, 16 di Kabupaten Chiayi, 12 di Kabupaten Hsinchu dan 11 di Kota Chiayi.
Besarnya jarak antar jumlah kasus demam berdarah yang tercatat di daerah-daerah ini disebabkan berbedanya jenis nyamuk di Taiwan selatan dan utara, jelas Wakil Direktorat Jenderal CDC Chuang Jen-hsiang (莊人祥).
Penyebaran dengue diperkirakan tidak akan mereda sebelum Januari tahun depan, ketika jumlah kasus yang tercatat akan meningkat menjadi 30.000 sampai 37.000 kasus, tutur Chuang.
Namun, lanjutnya, cukupnya perlengkapan medis dan kesadaran rakyat akan kebersihan lingkungan berarti penyebaran dengue secara nasional diperkirakan tidak akan terjadi di Taiwan.
Chuang juga mengingatkan, didatangkannya curah hujan besar oleh badai taifun Dujuan beberapa hari ini akan kembali menyuburkan banyak lokasi bagi nyamuk untuk berkembang biak, maka warga diharapkan secepatnya membersihkan lingkungan pasca taifun untuk merendahkan resiko penyebaran dengue.
Untuk diketahui, demam berdarah adalah penyakit menular melalui gigitan nyamuk, biasanya terjadi pada musim panas. Tahun lalu, jumlah infeksi memuncak pada Oktober dan mereda pada Januari tahun ini.
CDC mengingatkan, warga harus secepatnya berobat kalau menderita gejala dengue seperti demam panas, sakit kepala, badan lemas, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah-muntah.
Andaikata didiagnosa dan diobati pada masa dini, resiko kematian akibat dengue bisa direndahkan menjadi kurang dari 1%, lanjut CDC.