Jakarta (RTI/ANTARA) - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi terhitung Rabu (30/4) menaikkan status Gunung Slamet menjadi siaga level III, sementara Gunung Merapi sejak Selasa (29/4) naik statusnya dari normal (level III) menjadi Waspada (level II). Dengan demikian, maka saat ini terdapat 4 (empat) gunung api status Siaga dan 20 gunung api status Waspada.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya Kamis (1/5) menyebutkan, ke-4 gunung berstatus siaga itu adalah G. Slamet, Sinabung, Karangetang, dan Lokon.
Sedangkan 20 gunung api Waspada adalah G. Merapi, Rokatenda, Kelud, Raung, Ibu, Lewotobi Perempuan, Ijen, Gamkonora, Soputan, Sangeangapi, Papandayan, Dieng, Gamalama, Bromo, Semeru, Talang, Anak Krakatau, Marapi, Dukono, dan Kerinci.
Ia menyebutkan, makna status Siaga bahwa semua data menunjukkan aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana. Tindakan yang harus dilakukan, kata Sutopo, adalah sosialisasi di wilayah terancam, penyiapan sarana darurat, koordinasi harian, dan piket penuh. Sedangkan status Waspada bermakna terdapat kenaikan
aktivitas di atas level normal, baik kegempaan, geokimia, deformasi, dan vulkanik lainnya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB itu menjelaskan, perubahan gunung api ke status Siaga dan Waspada itu tidak terjadi bersamaan waktunya. Tergantung dari aktivitas gunungnya.