(Taiwan, ROC) – Paus Fransiskus di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) menyerukan perdamaian dunia dan perlindungan lingkungan, beliau sekaligus juga mengkritik egoisme serta haus kekuasaan dan kekayaan materi yang tak terbatas menyebabkan penyalahgunaan sumber daya alam.
Di depan 190 Duta Besar serta perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat PBB memuji kerja keras yang diperjuangkan oleh PBB dalam menangani kemiskinan dan perubahan iklim. Beliau juga mengutuk negara-negara besar dalam menghadapi masalah di Timur Tengah adalah mendahulukan keuntungan politik diatas penderitaan manusia.
Pidato berbahasa Spanyol, Paus Fransiskus menghimbau agar pempimpin dunia untuk mengulurkan bantuan kepada kaum miskin, umat Nasrani yang menjadi korban, mengatasi perubahan iklim serta menghentikan bentrokan yang menyebabkan timbulnya pengungsi lari ke Eropa. Beliau juga mengutuk fenomena ketidakadilan, yaitu mulai menyebar ke seluruh dunia yaitu “Budaya menyia-nyiakan” (culture of waste)
Seiring dengan kunjungan Paus di New York, AS, Majelis PBB selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 25 akan menyelenggarakan “Konferensi Tingkat Tinggi Pengembangan Berkesinambungan Pasca 2015” yang nantinya perkawilan dari negara-negara di dunia akan mengikrarkan 17 target baru untuk 15 tahun kedepan yang berporos pada penanggulangan kemiskinan ekstrim, memperbaiki kesehatan dan pendidikan, melawan perubahan iklim serta memajukan perdamaian sosial.
Setelah pidato di gedung PBB, Paus melanjutkan kunjungan ke area peringatan serangan 11 September, Ground Zero dengan menyelenggarakan perayaan ekaristi. Sore harinya berkunjung ke Our Lady Queen of Angels School di wilayah Harlem Timur dan malam hari akan melangsungkan misa di Madison Square Garden di hadapan sekitar 20 ribu jemaat.