(Taiwan, ROC) – Presiden Barack Obama (25/9) menyampaikan, pihaknya saat bertemu dengan Ketua Daratan Tiongkok Xi Jing-ping menyerukan kembali bahwa mengenai kebijakan “Satu Tiongkok” Amerika memiliki “Komitmen yang kuat” (strong commitment) yang didasari oleh “3 Traktat AS-Tiongkok” serta “UU Hubungan Taiwan”
Dalam jumpa pers pagi hari (25/9) di Gedung Putih, Obama mengawali pernyataan bahwa telah membahas 6 hal penting dengan Xi Jin-ping, untuk hal ke 3 selain menyinggung soal Laut Timur dan Laut Selatan dimana dimuka umum beliau menyampaikan komitemen yang kuat tentang kebijakan satu Tiongkok.
Seperti biasanya, Xi saat menyampaikan pendapatnya sama sekali tidak menyinggung soal Taiwan. Dalam perbincangan antara petinggi Daratan Tiongkok dengan Amerika Serikat meminta agar kebijakan Satu Tiongkok pihak AS adalah menghormati “3 Traktat AS-Daratan Tiongkok”
Untuk topik Laut Timur dan Selatan, kedua belah pihak senada bahwa “Konsisten dengan hukum internsional”
Obama menyampaikan bahwa dengan terbuka membahas soal Laut Timur dan Selatan serta menegaskan seluruh negara telah memberikan kebebasan pelayaran dan penerbangan aktivitas usaha, “Amerika akan terus berdasarkan hukum internasional berlayar dan terbang”
Beliau juga menyampaikan kepada Xi bahwa pihaknya menaruh perhatian kepada aktivitas ekspansi dan militerisasi di wilayah yang disengketakan karena telah menyebabkan perdamaian dikawasan itu semakin sulit diciptakan. AS menghimbau agar negara-negara terkait bersama-sama mencari jalan keluarnya, AS bukan negara yang bersangkutan namun harus menjamin tata caranya.
Xi Jin-ping menyampaikan, sejak dahulu kepulauan Laut Selatan adalah territorial Daratan Tiongkok, sehingga berhak untuk melindungi kedaulatan tanah dan perairannya, Daratan Tiongkok berusaha untuk melindungi Laut Selatan dan stabilisasi, melalui dialog untuk mengendalikan pertikaian, melalui negosiasi yang damai untuk menyelesaikan pertikaian, mencari cara untuk mewujudkan kerjasama dan keuntungan bersama dan Daratan Tiongkok “Menghormati dan melindungi kebebasan pelayaran dan penerbangan Laut Selatan setiap negara yang tertuang dalam hukum internsional”
Ia juga menyampaikan, aktvitas pembangunan di kepulauan Nansha “Tidak tertuju dan menganggu” negara manapun, juga “tidak bermaksud untuk militerisasi”, ada keuntungan bersama antar Daratan Tiongkok-AS di isu Laut Selatan, bersama-sama melindungi stabsiliasi perdamaian kawasan itu, mendukung agar negara terkait melalui negosiasi dan perdamain menyelesaikan pertikaian. “Menghormati dan melindungi kebebasan pelayaran dan penerbangan Laut Selatan setiap negara yang tertuang dalam hukum internsional”, mendukung melalui dialog mengendalikan perbendaan pendapat, mendukung implementasi deklarasi negara-negara Selatan, serta melalui prinsip dasar yang sama sesegera mungkin melaksanakan dialog Laut Selatan.