(RTI/ANTARA) - Khatib salat Idul Adha 1436 H di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Abdullah mengingatkan umat Muslim tidak berkurban untuk pamer, melainkan meningkatkan iman dan takwa.
Berkurban, merupakan ujian untuk orang beriman yang ikhlas dan menerima apapun permintaan Allah.
Untuk itu, ia mengajak seluruh umat untuk meniru Rasulullah yang berkurban dengan sukarela dan penuh keikhlasan.
Selain itu, Abdullah menuturkan berkurban memiliki tujuan menghapus kesombongan dengan mengingatkan kekayaan yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah.
Kurban, kata Abdullah, juga mendekatkan hubungan terhadap sesama karena daging yang dikurbankan akan diberikan kepada rakyat fakir dan miskin.
Kepedulian sosial yang tinggi, menurut dia, juga dapat terbangun dengan kurban karena Muslim yang berkurban dapat saling berbagi dengan fakir dan miskin.
Dalam kesempatan tersebut, Abdullah juga mengatakan berdasarkan Al Quran, berkurban terbagi dalam tiga periodisasi dari segi kronologis sejarah.
Kurban pertama dilakukan pada masa Nabi Adam AS, yakni dilakukan oleh putranya yang bernama Qobil dan Habil.
Kurban kedua dilakukan pada masa Nabi Ibrahim AS, yang menyembelih putranya Ismail karena melakukan nazar akan menyembelih putranya dan berkurban karena Allah.
Terakhir, periode kurban ketiga pada masa Nabi Muhammad SAW yang menyembelih hewan kurban seperti yang telah disyariatkan Allah dengan merujuk pada peristiwa kurban yang dilakukan Nabi Ibrahim.