(Taiwan, ROC) – Presiden Daratan Tiongkok, Xi Jin-ping(習近平) tiba di Seattle, Amerika Serikat, ini merupakan kunjungan perdana ke Amerika Serikat dalam tugas kenegaraan. Xi Jin-ping pada tanggal 24 September mendatang akan tiba di Washington, pada tanggal 25 September akan bertemu dengan presiden Amerika, Barrack Obama di gedung putih Amerika Serikat.
Dalam ruang pers khusus media asing gedung putih di tanggal 22 September sore hari mengelar ringkasan laporan pertemuan Obama-Xi, pada penasihat dewan keamanan gedung putih Amerika, Daniel Kritenbrink dan sekjen kemenlu urusan Asia Pasifik, Daniel Russel memberikan respon mengenai, di tengah pertemuan Obama-Xi ada pembahasan harapan terhadap hubungan antar selat taiwan, keduanya menekankan, pihak Amerika dalam masa jangka panjang tetap berada pada posisi yang sama dan tidak akan pernah berubah.
Daniel Kritenbrink mengatakan, pihak Amerika sangat menghormati proses demokrasi Taiwan, pihak Amerika tidak akan mengintervensi, dalam topik pembahasan antar selat dan Taiwan, Ia juga meminta kepada penasihat dewan keamanan nasional gedung putih Amerika, Susan Rice pada tanggal 21 September mengatakan, dalam masa jangka posisi Amerika tidak akan pernah berubah, pihak Amerika tetap berpegang pada “Tiga Komunike”(The Three Joint Communiqués) dan undang-undang hubungan Taiwan dalam prinsip satu Tiongkok, Amerika sebenarnya menekankan pada kestabilan hubungan antar selat, ini menjadi faktor kunci penting dan standar bawah Amerika.
Susan Rice pada tanggal 21 September mengusulkan, Amerika tidak menyetujui secara sepihak yang mengubah status quo lintas-selat.
Daniel Russel menambahkan, Amerika-Daratan Tiongkok masih dalam pembahasan, pejabat Daratan Tiongkok mengangkat pembahasan hubungan Taiwan telah menjadi norma, sementara Amerika sangat jelas menyatakan tetap mempertahankan kestabilan antar selat; demokrasi Taiwan patut dihargai, Amerika akan tetap bernegosiasi dengan Beijing, meminta Beijing untuk menjaga diri agar tetap mempertahankan kestabilan hubungan antar selat.
Wartawan CNA mempertanyakan, harapan terhadap hubungan antar selat, bagaimana agar dapat mempertahankan status quo, apa peranan dari pihak Amerika? Mantan penasihat sebelum Daniel Kritenbrink, kini menjabat sebagai penasihat Euroasia Group, Evan Mederois mengatakan, terkait hubungan antar selat, kebijakan pihak Amerika sangat jelas dan konsisten, Ia beranggapan, Beijing dan Taipei, kedua belah pihak masing-masing memiliki tanggung jawab untuk tetap mempertahankan kestabilan hubungan antar selat; pemimpin Beijing dan pemimpin Taiwan yang akan terpilih; keduanya wajib memiliki kerangka politik yang dapat menstabilkan hubungan antar selat, terhadap Taiwan, Daratan Tiongkok dan Amerika semuanya akan mendapatkan keuntungan.
Ia menekankan, bagi Amerika, hubungan antar selat yang stabil sangatlah penting.