(Taiwan, ROC) – Walaupun pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat membaik, namun ekonomi global bergerak turun, bank sentral Amerika Serikat(Federal Reserve System, FED) pada minggu lalu memutuskan, sementara mengadopsi kenaikan suku bunga pertama kali dalam kurun 10 tahun terdekat. Namun, FED akan mengadakan rapat pembahasan kebijakan pada bulan Oktober dan Desember, perubahan suku bunga menjadi sorotan bagi masyarakat.
Gubernur bank sentral, Perng Fai-nan(彭淮南) pada hari ini(9/23) saat interpelasi menjawab pertanyaan dari anggota kaukus partai DPP Lu Shiow-yen(盧秀燕), Ia mengatakan, saat FED bergerak sedikit maka seluruh kebijakan finansial dunia akan berubah. Lu Shiow-yen mempertanyakan apakah bank sentral juga dapat mengikuti arah pergerakan FED?
Perng Fai-nan mengatakan, dari 17 anggota FED, ada 13 orang yang beranggapan di tahun ini akan menaikkan suku bunga ditambahkan dengan segala informasi yang dimonitor oleh bank sentral, pihak bank sentral memprediksikan FED sebelum akhir tahun ini akan menaikkan suku bunga, dengan skala 0,25 poin.
Perng Fai-nan mengatakan: “bulan Oktober dan bulan Nopember belum dibukam hanya pada bulan Desember, pada bulan Desember tidak ada konferensi pers, jika bulan Oktober diadakan pers rilis, akan terlebih dahulu memberitahukan kepada umum, mengadakan konferensi pers adalah suatu tanda.”
Dikarenakan Amerika menaikkan suku bunga, maka dikhawatirkan dapat menyebabkan investor asing akan berbalik ke Amerika, Perng Fai-nan juga menjamin, jika investor asing melakukan penarikan, bank sentral akan dapat menanggapi. Perng fai-nan mengatakan: “investor asing di Taiwan saat ini hampir mencapai 59%, namun tidak mungkin semuanya ditarik, jika ditarik sebagian, kami masih dapat mengatasinya, lebih dari 30%, kami masih bisa menghadapinya, dan tidak mungkin semuanya akan ditarik, karena di dalamnya ada yang merupakan investasi jangka panjang.”
Perng Fai-nan juga mengemukakan, aset devisa luar negeri Taiwan, umumnya akan dikontrol bank sentral sehingga dapat mengatasi resiko.