(Taiwan-ROC)- Perihal pemilihan kandidat presiden partai Kuomintang tahun 2016, penasihat kantor kepresidenan, King Pu-tsung hari ini(23/9) menerima wawancara khusus dari media, Ia mengatakan sementara ini posisi pan biru berada pada titik relatif rendah, diperlukan adanya pembaharuan, baru bisa berubah arah dan menggapai kemenangan; King Pu-tsung beranggapan, topic pembahasan antar selat menjadi inti pembicaraaan dalam pemilihan umum, kandidat presiden partai demokrat progresif(DPP) Tsai Ing-wen membantah konsensus 92, ini menjadi lemparan batu bagi pihaknya sendiri, namun Ia juga menambahkan, ada kalanya ketika seseorang telah berganti posisi maka akan berganti pula pemikirannya, bisa jadi Tsai Ing-wen juga akan menerima konsensus 92.
Terkait dengan pemilu tahun 2016, King Pu-tsung selaku penasihat kantor kepresidenan, mantan sekjen dewan keamanan nasional(NSC) pada tanggal 23 September menerima wawancara khusus dari UFO Radio, Ia mengatakan pan hijau beranggapan pihaknya cukup stabil, berada pada posisi teratas, mengkhawatirkan adanya perubahan, sehingga mereka menyerukan damai dan toleransi, semula bersikap bagaikan pemburu kini berdiam diri, mengharapkan sepanjang jalan penuh kedamaian dan lancar tidak ada perubahan baru.
Sementara sisi pan biru, King Pu-tsung sebaliknya beranggapan pihak ini memerlukan adanya perubahan, baru bisa berbalik menuju ke arah kemenangan, King mengatakan: “sekarang ini posisinya merendah, secara jujur dapat dikatakan, posisi mengarah ke bawah, memerlukan adanya pembaharuan, jika tidak ada perubahan baru, maka tidak akan berjalan lancar, semestinya ada variable perubahan baru ada kemungkinan berbalik arah dan menuju ke arah kemenangan.”
King Pu-tsung mengatakan, topik antar selat ini selalu menjadi inti pembahasan dalam pemilu, politik internasional sangat realitas, Ia menekankan bahwa pentingnya konsensus 92, membantah consensus 92 sama artinya melempar batu ke kaki sendiri, King Pu-tsung: “Ketua umum DPP Tsai Ing-wen membantah konsensus 92, jika ingin Ia menarik kembali pemikiran ini, sangat sulit rasanya, namun juga sulit dikata, politik ada kalanya setelah seseorang menempati posisinya maka akan berubah pikiran, berubah otaknya.”
Akan tetapi mengenai pemilu, King Pu-tsung mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam urusan pemilu, maka tidak bersedia untuk membahas mendetail, hanya dapat memberikan pandangan sederhana dan pengamatan secara obyektif.