(Taiwan, ROC) - Tanggal 17 September (waktu setempat) Perpustakaan Negara Latvia meresmikan “Ruang Studi Asia Tenggara”. Representatif Republik Tiongkok di Latvia Ke Kuang-yeh diundang hadir secara khusus berkaitan dalam ruangan khusus ini terdapat area Mandarin Tradisional yaitu “Pusat Penelitian Tionghoa Mandarin Tradisional” (TRCCS)
Acara peresmian ini adalah kelanjutan dari pameran “Catatan Bersejarah” yang diselenggarakan oleh Perpustakaan negara Republik Tiongkok dengan Latvia di tanggal 27 Agustus yang lalu. Melalui kesempatan ini, tentu warga setempat dapat semakin mengenal budaya Taiwan dan Tionghoa serta menjadi tonggak penting bagi pemerintah untuk memperkenalkan budaya di kawasan negara-negara Baltik.
Dalam acara pembukaan, Representatif Ke di depan cendikiawan kebudayaan Tionghoa memperkenalkan kondisi penelitian budaya Tionghoa di Taiwan dan mengundang para hadirin untuk berkunjung ke Taiwan.
Kepala Perpustakaan Negara Latvia, Dzintra Mukane dalam pidato pembukaan secara khusus menyampaikan apresiasi atas dukungan Perpustakaan negara Republik Tiongkok dan kantor perwakilan dengan menyajikan bahan-bahan terkait, sehingga “Ruang Studi Asia Tenggara” akhirnya dapat dibangun, ini akan menjadi wadah yang penting untuk penelitan mereka.
“Ruang Studi Asia Tenggara” juga diisi oleh negara-negara tetangga, yaitu Daratan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Representatif Ke dalam kesempatan itu juga memberikan presentasi kepada Dubes Korsel mengenai huruf tradisional Mandarin, Seni Kaligrafi, sastra tua dan peninggalan bersejarah tersimpan baik di Taiwan, penelitian terhadap budaya Tionghoa tidak membedakan negara, sehingga perlu ada interaksi dan mengundang para hadirin untuk berkunjung ke pameran “Catatan Bersejarah” yang akan dilangsungkan hingga akhir Oktober.