(Taiwan, ROC) - Hari ini (30) Direktorat Jenderal Anggaran, Akutansi dan Statistik (DGBAS) melansir pertumbuhan ekonomi Taiwan (PDB) di kuartal I adalah 3,04%, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya naik 0,02%, diantaranya untuk konsumsi rumah tangga naik 0,1%, impor dan arus modal mengalami penurunan dan tidak berbeda jauh dengan prediksi sebelumnya.
DGBAS menuturkan, disebabkan keuntungan swasta di kuartal I memulih, bonus tahunan dan kinerja bertambah telah mendongkrak gaji rata-rata pegawai. Didukung maraknya perdagangan pasar bursa sehingga untuk industri pariwisata, penjualan mobil dan eceran mengalami pertumbuhan, aktivitas masyarakat menghangat. Untuk kebutuhan luar negeri, peralatan optik, industri informatika dan ekspor produk pertambangan mengalami penurunan, hanya untuk elektronik, mesin dan logam dasar mengalami pertumbuhan.
Pejabat dari DGBAS Jasmine Mei (梅家瑗) menyampaikan, saat ini fundamental ekonomi global cukup baik tapi pandangan lembaga prediksi dunia sedikit pesimis dibandingkan sebelumnya, penyebab utamanya adalah resiko masih tetap ada jadi iklim ekonomi global saat ini adalah “Pemulihan dan Resiko Berdampingan”
Ia menyampaikan : Kondisi ekonomi saat ini masih dalam pemulihan, hanya saja resiko masih tetap ada termasuk dampak ditariknya QE dari pasar negara berkembang, dampak perkembangan ekonomi akibat reformasi struktural Daratan Tiongkok, masih ada lagi soal dampak pajak konsumen terhadap perkembangan ekonomi. Dibawah persaingan industri otonom yang dikembangkan oleh Daratan Tiongkok dengan kita tetap menjadi sumber resiko utama.
Mengenai dampak terhadap PDB karena pertentangan PLTN, DGBAS berpendapat sampai saat ini masih belum ada datanya, untuk jangka pendek tidak ada resiko pembatasan listrik.