History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

1.29 Juta Warga Coblos Pilpres Perdana

  • 16 September, 2015
  • Editor
1.29 Juta Warga Coblos Pilpres Perdana
1.29 Juta Warga Coblos Pilpres Perdana

   (Taiwan, ROC) – Pagi ini (16) Ketua Komisi Pemilihan Umum Liu I-chou (劉義周) mengumumkan tata cara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Tiongkok yang ke-14. Maka dengan demikian kerja pemilu di Taiwan mulai dilaksanakan dan mulai hari ini juga calon presiden (capres) boleh mengajukan permohonan ke Yuan Pengontrol untuk membuka rekening khusus penerimaan dana pemilu. Dalam pengumuman resmi itu disebutkan bahwa pilpres akan digabungkan dengan pemilu legislator yang dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2016 mulai pukul 8 pagi hingga 4 sore. Komisi Pemilu akan membuka pendaftaran mulai tanggal 23 hingga 27 November 2015 dimana nama capres dan cawapres akan diumumkan pada tanggal 18 Desember 2019, selain itu penyampaian opini politik lewat televisi dibuka mulai 19 Desember 2015 hingga 15 Januari 2016.

    Liu menyampaikan, tata cara pemilu tahun ini sama dengan sebelumnya, pemilih akan mendapatkan 3 surat suara, yaitu untuk memilih presiden dan wakilnya, legislator wilayah atau aborijin dan partai, dimana akan terpilih 73 legislator wilayah, 6 legislator aborijin sedangkan untuk partai yang mendapatkan dukungan diatas 5% maka akan mendapatkan 34 kursi, sehingga total akan terpilih 113 anggota legislatif.

   Ia juga menututurkan, diperkirakan pemilih tahun ini sekitar 18,81 juta orang, dibandingkan pemilu capres sebelumya bertambah 730 ribu orang, sedangkan untuk pemilih perdana ada 1,29 juta orang, juga lebih banyak dari sebelumnya.

    Liu mengatakan : Jumlah yang diberikan oleh Departemen Catatan Sipil adalah sampai dengan 16 Januari 2016 tahun depan, usia genap 20 tahun dan belum pernah ikut dalam pilpres, tidak termasuk warga yang tidak ikut memilih pilpres sebelumnya, jadi total warga yang memenuhi ketentuan boleh ikut memilih ada 1.290.406 orang.

    Sedangkan untuk warga peranakan yang berhak memilih dan berada di luar negeri, tuturnya, sebelumnya ada 6 ribuan orang yang mendaftar, namun kenyataan jumlah yang pulang untuk mencoblos paling banyak tidak lebih dari 5 ribu orang.

Komentar

Terbarumore