(Taiwan, ROC) – Rabu ini (16) jumlah pasien pengidap Demam Berdarah di seluruh Taiwan melampaui 10 ribu orang! Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Republik Tiongkok (CDC) hari ini menyampaikan statistik terbaru bahwa kemarin (15) ada 522 kasus baru, sehingga untuk tahun ini data pasien yang terdeteksi mengidap Demam Berdarah mencapai 10.385 orang, dimana paling banyak adalah di Tainan 9.103 orang. Pusat Komando Bencana hari ini juga menyampaikan bahwa demi kesehatan warga maka mulai besok akan diberlakukan relokasi pasien, tim penasehat perawatan Demam Berdarah, Filteralisasi Instan Bersubsidi.
Sampai berita ini diturunkan (16) ada 522 kasus baru, termasuk Tainan 437, Kaohsiung 78 kasus dimana 99% terjadi di wilayah Tainan, Kaohsiung dan Pintung.
Dengan semakin buruknya wabah ini, pemerintah pusat kemarin (15) telah mengaktifkan pusat komando wabah penyakit namun hal ini sempat mendapat kritik dari publik bahwa tidak ada standar yang sama, karena tahun lalu Kaohsiung terdeteksi 15 ribu kasus. Menepis hal itu, Deputi Dirjen CDC Chuang Ren-hsiang (莊人祥) menegaskan bahwa pusat selalu perduli terutama pasukan persenjata untuk penanganan kimia sudah terjun ke lapangan lebih awal, namun karena wabah Demam Berdarah ini sudah cenderung lintas kota dan kabupaten, sehingga tahun ini diaktifkan lebih awal guna mencegah perluasan.
Ia mengatakan : Tujuan diaktifkanya pusat komando penanggulangan wabah adalah sebagai pendukung. Tentu diaktifkannya pusat komando ini sebelum wabah melampui lebih dari 10 ribu kasus itu karena setelah dibandingkan dengan kasus Kaohsiung di tahun lalu….telah mencapai angka perkiraan, karena kalau tidak dilakukan sekarang maka kasusnya akan bertambah lebih banyak dari tahun lalu, selain itu, jumlah kasus di Kaoshiung dalam waktu dekat ini mulai bertambah, sehingga kalau melihat kondisi sekarang wabah sudah mulai merebak ke kota dan kabupaten lain dan lagi mewabah ke Kaohsiung, sehingga dinilai perlu ada intervensi dan koordinasi dari pusat
Pusat komando juga mengumumkan, mulai tanggal 17, merujuk kondisi pasien maka akan dibagi menjadi kelas A,B dan C, sedangkan pasien yang kondisinya terkendali dapat rawat jalan. Sedangkan untuk kondisi perlu monitor akan ditempatkan ke RS Tainan, RS. Kota Tainan, RS. Kota Tainan cabang An-nan, RS. Veteran Kaohsiung cabang Tainan. Untuk pasien yang parah, akan dipindahkan ke RS. Veteran Kaohsing, RS. Changgung, RS. Kaohsiung Unversitas Chung-Ho, RS. Chimei, RS. Universitas Cheng Kung dan RS. CMUH dimana ada 15 ahli paramedic yang akan tergabung dalam tim penasehat medis. Sedangkan untuk fasilitas subsidi Filteralisasi Instan akan dimulai per 17 September.