History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jumlah kasus dengue terus meningkat di Taiwan

  • 14 September, 2015
  • Editor
Jumlah kasus dengue terus meningkat di Taiwan
Mengantisipasi terus meningkatnya jumlah kasus dengue, petugas kesehatan meneruskan penyemprotan obat nyamuk di Taiwan selatan

(Taiwan, ROC) Jumlah kasus demam berdarah (dengue) yang tercatat di Taiwan sejak Mei hingga Minggu (13/9) bertambah 463 kasus dibandingkan sehari sebelumnya menjadi 9.566 kasus, diantaranya 98,35% infeksi terjadi di dua kota di Taiwan selatan yaitu Tainan dan Kaohsiung, demikian berdasarkan statistik terbaru yang dirilis oleh Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC), Senin (14/9).

Pada hari Minggu, sejumlah 407 kasus dengue baru dilaporkan di Tainan, meninggikan jumlah infeksi menjadi 8.429 kasus; sedangkan di Kaohsiung, jumlah itu bertambah dari 936 menjadi 980 kasus. Secara total, jumlah kasus demam berdarah di kedua kota tersebut telah mencapai 9.409 kasus pada hari Minggu.

CDC melaporkan, kasus dengue dengan jumlah sporadis juga tercatat di beberapa daerah lain, termasuk 37 kasus di Pingtung, 24 di Taichung, 20 di Taoyuan, 17 di Kota Taipei Baru, 11 di Taipei, 9 di Kabupaten Chiayi, 8 di Kabupaten Hsinchu, 7 di Kota Hsinchu, 6 di Kota Changhua dan Chiayi.

Menurutnya, sejak 1 Mei, sejumlah 18 kematian telah dikonfirmasi disebabkan oleh demam berdarah.

Sekedar informasi, Taiwan mencatat 15.732 kasus dengue pada tahun lalu, rekor per tahun paling tinggi sejak catatan mulai dilakukan. Rekor tertinggi sebelumnya dicatat pada 2007 dan 2010.

Demam berdarah adalah penyakit menular melalui gigitan nyamuk, biasanya terjadi pada musim panas. Tahun lalu, jumlah infeksi memuncak pada Oktober dan mereda pada Januari tahun ini.

CDC mengingatkan, warga harus secepatnya berobat kalau menderita gejala dengue seperti demam panas, sakit kepala, badan lemas, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah-muntah.

Andaikata didiagnosa dan diobati pada masa dini, resiko kematian akibat dengue bisa direndahkan menjadi kurang dari 1%, lanjut CDC.

Komentar

Terbarumore