(Taiwan, ROC) – Guatemala, negara di kawasan Amerika Tengah yang memiliki hubungan diplomatik dengan Republik Tiongkok, pada hari Rabu tanggal 6 September menyelenggarakan pemilihan untuk presiden setempat. Hingga saat ini, kandidat dari FCN, Jimmy Morales masih memimpin di depan sebagai kandidat yang memperoleh suara terbanyak. Karena tidak ada satu kandidatpun yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 50%, maka pada tanggal 25 Oktober mendatang akan diadakan pemungutan suara putaran ke dua.
Wakil Kepala Divisi Amerika Latin Kementerian Luar Negeri, Zeng Li-cheng hari Kamis tanggal 10 September, dalam konferensi pers menyampaikan, biasanya hubungan dengan partai berkuasa dan oposisi berjalan dengan lancar, pada pemungutan suara putaran pertama kandidat yang mengepalai juga selalu menjaga hubungan baik dengan Taiwan.
Zeng Li-cheng mengatakan, “Bahkan sebelum pemilu kami juga menjaga hubungan baik dengan beberapa kandidat presiden ini, kami berharap siapapun yang terpilih dalam pemilu nantinya tidak mempengaruhi hubungan diplomatik kita. Seperti saat ini yang berada paling depan, sebenarnya sebelum pemilu dia juga telah mendatangi kedubes kita, maka sebenarnya interaksi dia dengan kami juga sangat baik.
Zeng Li-cheng menegaskan, kandidat lain yang menguasai yaitu Sandra Torres adalah istri dari mantan presiden Alvaro Colom Caballeros, kandidat yang sudah sejak awal akrab dengan Taiwan, untuk itu tidak perlu khawatir hasil pemilu mempengaruhi hubungan diplomatik ROC dan Guatemala.
Mantan Presiden Guatemala, Otto Perez yang dicabut jabatannya karena kasus korupsi, sementara Wakil Presiden Alenjandro Maldonado mengantikan jabatannya, terhadap hal ini, Zeng Li-cheng menyampaikan, Alenjandro Maldonado sebelumnya sempat menjadi Menteri Luar Negeri dan memiliki hubungan baik dengan Republik Tiongkok, setelah menjabat sebagai presiden, dia juga telah mencalonkan 3 orang wakil presiden pada kongres, 2 dari 3 yang dicalonkan ini juga merupakan sahabat baik Taiwan, untuk itu, dilihat dari situasi sekarang ini, tidak akan ada pengaruh apapun bagi hubungan bilateral.