(Taiwan, ROC) – Wabah epidemi demam berdarah di wilayah selatan Taiwan terus merebak dan jumlah penduduk yang terjangkit terus mencatat rekor baru, Perdana Menteri, Mao Chi-guo, hari Kamis tanggal 10 September di Yuan Eksekutif menyampaikan, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan dengan Dewan Pelestarian Lingkungan dalam rapat koordinasi memberikan laporan tindakan pencegahan, dengan sepenuhnya menyediakan obat-obatan, meminta produsen terkait meningkatkan produksi atau impor agar pengadaan dapat tepat waktu dan juga menghindari adanya celah yang merugikan.
PM Mao mengemukakan, tindakan pencegahan merupakan salah satu tugas pemerintah setempat, Tainan dan Kaohsiung harus terus menjaga dan mengendalikan wabah, sementara pemerintah daerah lainnya harus melakukan tindakan pencegahan yang baik; ia juga menginstruksikan setiap instansi yang berwenang untuk mendata kepemilikan tanah, pengelolaan lingkungan dengan baik, memberantas sumber epidemi.
Juru bicara Yuan Eksekutif, Sun Li-jun mengutip, “Mohon setiap instansi mendata kepemilikan tanah, melakukan inventarisasi, dan pengelolaan lingkungan dengan baik, secara periodik memeriksa dan melakukan pembersihan sumber epidemi dan tindakan lainnya, serta segera melakukan pemeriksaan dan membersikan tempat-tempat yang tergenang air setiap kali setelah hujan, juga meminta pemerintah setempat untuk memantau tindakan terkait, terutama untuk kota Tainan dan Kaohsiung, selain itu dilihat dari sudut pencegahan, kota dan kabupaten lainnya juga seharusnya mulai melakukan pendataan, pelacakan, penilaian, pembersihan dan lainnya.
Mao Chi-guo juga mengungkapkan, epidemi demam berdarah tahun ini merupakan tahun terparah di seluruh dunia, berdasarkan pengalaman, mungkin harus menunggu hingga bulan November atau cuaca lebih sejuk, baru situasi mulai mereda, ia juga menginstruksikan dewan pelestarian lingkungan untuk melakukan pembersihan lingkungan pada setiap pelosok kota dan kbupaten, mengerakkan seluruh tenaga yang ada untuk melakukan pencegahan.
Berdasarkan data statistik, pada hari Rabu tanggal 9 September, jumlah pasien penderita telah bertambah 507 orang, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 6.576 pasien, dan untuk wilayah Tainan sendiri telah mencakup 88% dari total jumlah penderita. Meskipun Kaohsiung tidak separah Tainan, tetapi jumlah pasien penderita demam berdarah juga terus meningkat. Pada hari rabu tanggal 9 September telah bertambah 53 orang, dan kini jumlah total pasien demam berdarah di Kaohsiung menjadi 755 orang.
Wakil ketua Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Juang Ren-yang mengatakan, pada tanggal 23 hingga 31 Agustus lalu, wilayah Selatan Taiwan terus diguyur hujan. Situasi wabah penyakit merupakan cermin dari kondisi kala itu, dan diprediksi jumlah pasien akan terus bertambah. Juang Ren-yang menekankan, saat ini instansi pencegahan epidemik telah mengerahkan seluruh tenaga, diharapkan pekan depan situasi wabah sudah mulai terlihat mereda.