(Taiwan, ROC) – Pada tanggal 9 September, Kepala Asosiasi Bisnis Amerika Taiwan, Rupert Hammond Chambers menyampaikan, Amerika sudah 4 tahun ini tidak menjual persenjataan ke Taiwan. Apabila pada masa jabatannya Presiden Obama menyutujui hal tersebut, maka akhir tahun 2015 merupakan saat yang baik dan diharapkan tidak akan ada proyek-proyek besar.
Sejak menyutujui proyek pesawat tempur model F16A/B pada bulan September 2011, Pemerintahan Obama sampai saat ini belum pernah menjual persenjataan kepada Taiwan. Republik Tiongkok sebelumnya pernah mengajukan permintaan kapal selam pada tahun 2001, namun sudah 14 tahun sama sekali tidak ada kepastian. Apakah sebelum akhir masa jabatannya Obama menyutujui untuk menjual persenjataan kepada Taiwan? Ini akan menjadi topik pembicaraan di Washington DC.
Penjualan senjata merupakan topik pembicaraan yang sensitif bagi Amerika, Tiongkok dan Taiwan yang mungkin dapat merubah hubungan di antara ke tiga negara. Rupert menganalisa, perubahan iklim merupakan salah satu kebijakan penting dalam pemerintahan Obama dan sangat membutuhkan kerjasama Daratan Tiongkok. Sulit dibayangkan apabila Amerika memutuskan untuk menjual persenjataan sebelum pertemuan PBB yang akan digelar pada bulan November nanti.
Singkatnya waktu dan memanasnya masa kampanye pada akhir tahun ini, merupakan saat yang kurang tepat apabila ditambah dengan pengumuman penjualan senjata. Hal tersebut justru akan mempengaruhi proses kampanye. Namun juga kurang layak, apabila hal tersebut diumumkan oleh pemerintahan terpilih nantinya.
Rupert mengatakan, “Akhir tahun 2016, merupakan saat yang tepat bagi Obama sebelum melepas jabatannya.”
Menurutnya, apabila dalam masa jabatan Obama menjual persenjataan kepada Taiwan dengan cara “Cuci Gudang”, termasuk perlatan bekas dan peningkatan peralatan, tidak akan ada proyek yang besar.
Dari segi pesawat tempur, Taiwan akan membutuhan sekitar 24 hingga 32 buat pesawat temput jenis F-16C/D karena perlu adanya peningkatan maupun penggantian. Pada tahun 2020 juga diperlukan pesawat tempur generasi ke lima. Namun apakah nantinya akan dijual ke Taiwan, semua bergantung pada pemerintahan terpilih nantinya.
Rupert menjelaskan, Taiwan berharap dapat memiliki perlatan yang modern, namun masih harus bergantung pada pemerintah Amerika, dan pemerintah Taiwan sendiri juga harus mengambil keputusan.