(Taiwan, ROC) 9 September 1949 adalah hari dimana dilangsungkan upacara pemerintah Republik Tiongkok menerima kekalahan Jepang di Nangjing, 70 tahun kemudian hari ini (9) Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jio saat mengunjungi Musium Tentara Nasional menyampaikan, walau upacara penyerahan sangat singkat, namun memiliki arti yang penting, sebagai simbul tutup buku dari penyerahan Taiwan di tahun 1895 kepada Jepang dan penjajahannya di Tiongkok. Presiden menambahkan, alasan mengapa harus berjuang, walaupun kesempatan menang sangat kecil adalah bila tidak melawan maka Republik Tiongkok akan lenyap.
Presiden Ma juga mengutip Pakta Shimonoseki, Deklarasi Potsdam dan Deklarasi Kairo bahwa pemerintah Republik Tiongkok memerintah sesuai dengan hukum, bukan seperti kabar angin yaitu pemerintah Nasionalis menggunakan kekuatan militer menduduki Taiwan.
Presiden Ma menyampaikan : waktu itu setelah menerima Taiwan, kami segera melaksanakan kepemerintahan yang berdaulat, tidak perlu harus menunggu sampai ada penandatanganan baru berdaulat, hal ini karena dalam Surat Kapitulasi Jepang tertuang dengan jelas, kami tidak hanya merujuk kepada Surat Perintah No 1 McArthur tetapi juga termasuk dokumen internasional di masa-masa perang
Ma menyampaikan, pemerintah akan memberikan medali perang kepada seluruh veteran, baik itu dalam dan luar negeri maupun itu tentara nasional atau tentara partai komunis, asalkan ia ikut serta dalam perjuangan adalah sama.
Presiden menyampaikan : Baik itu adalah tentara nasional atau tentara partai komunis, karena saat itu tentara komunis terutama mencakup Pasukan Ke-18, pada dasarnya termasuk bagian dari tentara nasional, sehingga akan kami berikan, total 6.600 keping, Daratan Tiongkok membagikan 402 keping, veteran Daratan Tiongkok juga sama boleh menerimanya dan reaksi mereka cukup antusias
Hari ini (9) kepala negara yang juga menghadiri jumpa pers penerbitan buku edisi revisi “Fakta Perang Tiongkok Melawan Jepang” menyampaikan, 70 tahun yang lalu, jam 9 pagi tanggal 9 September, panglima militer Ho Ying-ching (何應欽) mewakili pemerintah Republik Tiongkok dan selaku Panglima Tertinggi wilayah Tiongkok di Nanging menerima surat menyerah dari palima militer Jepang, Okomura, upacaranya hanya berjalan 20 menit akan tetapi telah mengorbankan lebih dari 20 juta nyawa dan kerugikan material lebih dari ratusan miliar dolar AS, walau prosesi sangat singkat, namun memiliki arti yang penting dan tidak bisa terlupakan.
Menanggapi parade militer yang diselenggarakan oleh Daratan Tiongkok, presiden Ma menyampaikan, sudah semakin banyak orang yang mengetahui bahwa kebenaran sejarah adalah pemerintah Republik Tiongkok yang memimpin perang, ini adalah hal yang sangat penting, presiden menghimbau pemerintah setempat untuk melihat kenyataan sejarah dan menghargai veteran perang.
Kepala negara kembali menjelaskan, sejarah mencatat bahwa perjuangan perlawanan warga Taiwan menghadapi Jepang 30 tahun lebih awal dari orang Daratan Tiongkok, ini menegaskan bahwa perjuangan pahlawan Taiwan tidak pernah ketinggalan, pertempuran melawan Jepang tidak kalah pentingnya dengan masa perang di Daratan Tiongkok, karena Jepang menemukan mengalahkan Taiwan lebih sulit dari pada menjatuhkan Liaodong (遼東) dan menurut analisa, ada lebih dari 100 ribu tentara Taiwan yang tewas dan luka-luka saat melawan Jepang.