(Taiwan, ROC) – Wabah penyakit demam berdarah di Selatan Taiwan, telah berlangsung selama lebih dari 1 bulan. Meskipun unit pencegahan telah berupaya penuh dalam penyemprotan insektisida dan membersihkan wadah air, namun jumlah kasus penderita di seluruh Taiwan terus meningkat. Direktorat Jenderal Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC), hari ini (9) mengumumkan data terbaru, bahwa jumlah penderita demam berdarah telah mencapai 6.872 kasus.
Deputi Dirjen CDC, Chuang Jen-hsiang (莊人祥) menyampaikan, terhitung sejak awal musim panas, 6.872 kasus demam berdarah tersebar di 20 kota dan kabupaten. Namun 98% diantaranya berpusat di Selatan Taiwan yaitu Tainan, Kaohsiung dan Pintung. Sisanya tersebar di kota dan kabupaten yang kebanyakan penderitanya pernah mengunjungi Selatan Taiwan.
Berdasarkan data statistic CDC pada tanggal 8 September, penderita demam berdarah di Tainan bertambah 483 orang dalam satu hari sehingga total jumlah penderita di wilayah itu melampaui 6 ribu orang. Untuk kota Kaoshiung sendiri, juga bertambah 67 kasus dan telah menembus angka tertinggi untuk tahun ini.
Dirjen Chuang menyampaikan, pada bulan September setiap tahunnya, merupakan puncak dari wabah penyakit demam berdarah, Unit Pencegahan saat ini juga sedang bekerja keras menghadapi lingkungan dan cuaca, berharap wabah penyakit ini dapat segera mereda.
Dirjen Chuang mengatakan, ”Berdasarkan data tahun sebelumnya, bulan September merupakan puncak dari wabah penyakit ini, jadi bisa dikatakan, kita sedang berlomba dengan lingkungan sekitar, jika tidak segera bertindak, jumlah penderita akan lebih banyak dari sekarang. Jadi kita terus bekerja keras untuk meredakan wabah ini.”
Jumlah penderita terus bertambah, di selatan Taiwan setiap harinya terdapat ratusan penderita demam berdarah dan bahkan Rumah Sakit pun dipenuhi oleh penderita demam berdarah. Berdasarkan data statistik terbaru, ada 34 orang yang masih dirawat di ruang ICU.