(Taiwan, ROC) Jumlah penderita demam berdarah (dengue) yang dilaporkan di seluruh Taiwan sejak memasuki musim panas tahun ini terus bertambah, dan diperkirakan melampaui 6.000 kasus pada hari Selasa, demikian dilaporkan Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC) pada hari Senin (7/9).
Berdasarkan statistik terbaru CDC, hingga hari Minggu, jumlah kasus dengue yang didiagnosa sejak 1 Mei telah mencapai 5.948 kasus, meningkat 406 dibandingkan sehari sebelumnya.
Diantara kasus-kasus baru, 363 tercatat di Tainan, Taiwan selatan, yang hingga kini tetap adalah daerah paling parah yang terinfeksi penyakit menular melalui nyamuk itu. Menurut CDC, jumlah kasus di sana telah mencapai 5.247 kasus, dihitung dari awal Mei hingga Minggu.
Sementara itu, di kurun waktu yang sama, warga yang meninggal akibat dengue diperkirakan melampaui 20 orang, namun angka ini masih harus dikonfirmasi CDC melalui prosedur standar.
Sejak dimulainya catatan penyebaran dengue di Taiwan pada 2003, rekor jumlah kasus dengue per tahun paling tinggi dicatat pada 2014, dimana jumlah pasien yang terinfeksi mencapai 15.942 orang.
Dengue atau demam berdarah adalah penyakit menular melalui gigitan nyamuk. Pasien yang terinfeksi akan menderita gejala dengue seperti demam panas, sakit kepala, badan lemas, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah-muntah.
CDC mengingatkan, warga harus secepatnya berobat kalau menderita gejala-gejala tersebut, karena andaikata didiagnosa dan diobati pada masa dini, resiko kematian akibat dengue bisa direndahkan menjadi kurang dari 1%.