History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Imunisasi Hewan Peliharaan Sebagai Pencegahan Rabies

  • 05 September, 2015
  • Editor
Imunisasi Hewan Peliharaan Sebagai Pencegahan Rabies
Imunisasi Hewan Peliharaan Sebagai Pencegahan Rabies

(Taiwan – ROC) Sejak Taiwan memastikan ada 3 kasus hewan musang terjangkit penyakit rabies pada Juli 2013, maka Taiwan dimasukkan dalam kategori wilayah epidemi rabies (juga disebut sebagai penyakit anjing gila); berdasarkan data statistik Biro Pencegahan dan Karantina Hewan dan Tumbuhan (BAPHIQ), dibawah Dewan Pertanian, tahun ini masih ada 63 kasus, tetapi kebanyakan terjangkit pada hewan sejenis musang. Menjelang Hari Rabies tanggal 28 September, BAPHIQ kembali menghimbau pemelihara hewan peliharaan untuk tidak berhenti memberikan vaksinasi pada hewan anjing, kucing dan hewan peliharaan lainnya, virus rabies baru tidak menyebar pada manusia apabila tingkat vaksinasi rabies pada hewan peliharaan mencapai 70%, dan baru dapat membebaskan Taiwan dari kategori wilayah epidemi rabies.

Tahun 2013 wabah epidemi rabies menyerang Taiwan, berdasarkan data dari BAPHIQ, dalam 2 tahun ini telah memeriksa hewan liar, dari 5.320 hewan kucing dan kelelawar, ada 482 di antaranya terjangkit rabies, 5 kasus pada musang hidung putih (nama latin : Paguma Larvata Taivana Swinhoe), 1 kasus pada Celurut rumah (nama latin : Suncus Murinus) dan masih ada 1 kasus dimana musang yang terjangkit menularkan virus ini pada anjing liar, kasus rabies hewan ini ditemukan di 9 kota dan kabupaten, 70 desa, epidemi ini masih terbatas pada hewan musang liar di wilayah pegunungan.

Meskipun begitu wabah rabies menyerang Taiwan, BAPHIQ telah menghimbau para pemilik hewan peliharaan untuk menyuntikan vaksi pada hewan peliharaannya, tetapi sehubungan dengan meredanya kasus rabies ini sehingga imunisasi hewan peliharaan menjadi menurun, tahun lalu hanya 69% hewan peliharaan yang di vaksinasi. Ketua BAPHIQ, Chang Hsu-hsien tanggal 4 September menegaskan, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan World Organisation for Animal Health (OIE), tingkat kematian manusia yang terjangkit penyakit rabies hampir 100%, setiap tahun lebih dari 50 ribu orang di dunia yang meninggal karena terserang rabies, 95% di antaranya tertular dari gigitan kucing atau anjing, untuk itu cara yang paling baik adalah meningkatkan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan hingga mencapai 70% lebih, dengan demikian baru dapat mencegah penyebaran virus rabies pada manusia, dan juga baru dapat melepaskan Taiwan sebagai wilayah terserang rabies.

Chang Hsu-hsien mengatakan , “Taiwan pada tahun 2013 sudah mencapai 69%, saat ini epidemi virus masih terbatas pada hewan sejenis musang, sehingga masyarakat sudah hilang kewaspadaannya, sekarang ini penyuntikan vaksin pada wilayah kategori resiko tinggi baru 70%, masih jauh dari target yaitu 90%, rata-rata seluruh Taiwan hanya berkisar 50%, bahkan ada beberapa desa yang kurang dari 50%.”  

Untuk implementasi vaksinasi sepenuhnya pada hewan anjing dan kucing, BAPHIQ juga telah menerapkan sanksi bagi pemilik yang tidak mengimunisasi hewan peliharaannya, akan dikenakan denda NTD50 – 150 ribu, selain itu juga menginstruksikan, tahun ini pemerintah daerah harus melakukan pemeriksaan yang lebih ketat lagi.

Komentar

Terbarumore