(Taiwan – ROC) Upacara pembukaan “Pameran Pasangan Perang – Sejarah Anti Jepang Lee Yu-phang dan Kekasihnya Yan Xiu-feng” diselenggarakan hari Jumat (4/9) di Gedung Peringatan Dr. Sun Yat-sen, Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou dalam kata sambutannya menyampaikan, 30 tahun yang lalu ketika melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat, ia sempat membaca sejarah “Perjuang Taiwan” yang dipimpin Lee You-phang yang membuatnya terharu dan nyaris meneteskan air mata, untuk itu setelah ia kembali dan terjun dalam pemerintahan Taiwan, asalkan ada kesempatan ia selalu berupaya membeberkan sumbangsih dari perjuangan melawan perang pasangan Lee Yu-phang dan Yan Xiu-feng serta warga Republik Tiongkok.
Presiden Ma menegaskan, akhir-akhir ini ada yang mengatakan “Pada masa itu orang Taiwan adalah warga Jepang, tidak ada perlawanan terhadap Jepang”, perkataan ini adalah perkataan dari orang yang tidak mengerti sejarah Taiwan.
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “Perjuangan warga Taiwan melawan Jepang lebih awal 30 tahun dibandingkan dengan Daratan Tiongkok, perjanjian Shimonoseki tahun 1895 yang membuat Taiwan diserahkan pada Jepang, sejak saat itu warga Taiwan mulai memberontak, melawan Jepang.
Pemimpin negara dengan rinci membeberkan, sejak perjanjian Shimonoseki, mulai ada cerita warga Taiwan melawan Jepang, ini menegaskan begitu banyakan cerita yang tidak saja dalam catatan sejarah dari pihak Jepang, bahkan nama-nama pejuang melawan Jepang tidak akan habis jika dituliskan.
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan, “Karena perlawanan di sekitar Taoyuan, Hsincu dan Mioli sangat keras, maka Jepang mengerakkan 3 politik habiskan semua (Three Alls Policy) yaitu bunuh semua, bakar habis semua, dan rampas habis semua, untuk itu warga yang menjadi korban sangat banyak, ini bukanlah cerita yang mengada-ada, pemerintah juga memilik arsip sejarah semua ini, mulai dari 20 tahun yang lalu insiden Tapani tahun 1915, perjuangan bersenjata tidak pernah berhenti.
Anak dari Lee Yu-phang, Lee Li-jun membeberkan, tanggal 4 September 1945, Lee Yu-phang pertama kali membawa bendera Republik Tiongkok ke Taiwan, perjuangan warga Taiwan melawan Jepang tidak pernah berhenti, orang tuanya berjuang demi negara, dan negara itu adalah Republik Tiongkok.