History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma: Republik Tiongkok adalah Pelopor Perjuangan Melawan Penjajah Jepang

  • 04 September, 2015
  • Editor
Presiden Ma: Republik Tiongkok adalah Pelopor Perjuangan Melawan Penjajah Jepang
Presiden Ma: Republik Tiongkok adalah Pelopor Perjuangan Melawan Penjajah Jepang

(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 3 September melakukan kunjungan ke taman makam pahlawan nasional Gunung Wujhi di kawasan New Taipei City, guna mengikuti upacara pemberian penghormatan kepada para pahlawan nasional. Selain mengenang jasa para pahlawan, dalam sambutannya Ma juga kembali mengingatkan kepada khalayak umum bahwa pelopor perjuangan menghadapi penjajah Jepang adalah pemerintah Republik Tiongkok.

Sehubungan dengan maraknya pemberitaan berkenaan dengan masa penjajahan Jepang terhadap masyarakat Tionghwa dan perdebatan masalah pelopor perjuangan, dalam pidatonya Ma mempergunakan kalimat yang sempat digunakan oleh mantan Presiden Lee Deng-hui saat memberikan pidato dalam upacara peringatan 50 tahun kemenangan perang dunia ke dua, yakni masyarakat Taiwan kerap menjadi umpan dan tameng oleh para penjajah Jepang, selain itu juga ditegaskan bahwa pemerintah Republik Tiongkok yang berada di Taiwan adalah pelopor utama dalam perjuangan melawan penjajah Jepang saat itu.

Presiden Ma mengatakan, “Kalimat ini diucapkan oleh Mantan Presiden Lee Deng-hui 20 tahun silam saat memperingati 50 tahun kemenangan perang. Selain beliau yakin akan pengorbanan para pahlawan nasional dalam menghadapi kekejaman berdarah penjajah Jepang, Lee juga menyebutkan bahwa masyarakat Taiwan dan Penghu kerap menjadi umpan dan tameng Jepang, termasuk menjadikan masyarakat Taiwan sebagai bagian dari prajurit Jepang.”

Presiden Ma juga menyebutkan bahwa dengan adanya pengorbanan yang dilakukan oleh para pahlawan nasional, Republik Tiongkok barulah dapat terus berdiri tegar. Untuk itu, Ma mewakili pemerintah Republik Tiongkok, menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya atas jasa para pahlawan.

Ma mengatakan, “Pengorbanan seorag prajurit, bagi negara, bagaikan kehilangan satu pilar. Bagi keluarga, bagaikan kehilangan satu penyangga. Pemerintah setiap tahun menggelar upacara penghormatan musim semi dan musim gugur bagi para pahlawan, selain mengenang jasa almarhum para pahlawan juga dapat turut menyampaikan duka cita serta simpati bagi keluarga yang ditinggalkan.”

Presiden Ma menjelaskan saat kita melihat catatan sejarah perkembangan pasukan militer nasional, juga sekaligus melihat sejarah perjuangan para pahlawan yang berusaha untuk meraih kemenangan dalam medan tempur hingga titik darah penghabisan. Ma menegaskan bahwa catatan sejarah tersebut haruslah tetap dikenang selalu dalam hati semua manusia.

Kegiatan upacara penghormatan dalam rangka Hari Tentara Nasional 3 September, selain dipimpin langsung oleh Presiden Ma Ying-jeou, juga turut hadir para pimpinan angkatan bersenjata nasional, perwakilan dan tokoh masyarakat, pegawai negeri dan juga anggota dari berbagai instansi terkait.

Komentar

Terbarumore