(Taiwan, ROC) – Wakil Menteri Ekonomi, Shen Jong-chin pada hari Kamis tanggal 3 September menyampaikan, apabila Taiwan dan Uni Eropa dapat menandatangani perjanjian kerjasama ekonomi atau ECA, maka diprediksi dapat menggerakkan industri otomotif dan industri mesin Jerman. Hal ini selain akan meningkatkan ekspor Taiwan, juga akan menarik minat investasi Taiwan ke Jerman. Oleh karena itu, Jerman dihimbau agar dapat mendukung pelaksanaan penandatangan ECA, Perjanjian Investasi Bilateral (BIA) dan mencapai keuntungan mutualisme.
Asosiasi Kerjasama Ekonomi ROC (Chinese International Economic Cooperation Association / CIECA) pada hari Kamis tanggal 3 September menggelar konferensi kerjasama ekonomi Taiwan – Jerman, mengambil tajuk “Industri versi 4.0: Jerman dan Taiwan – Kerjasama Otomatisasi dan Manufaktur Cerdas”, guna menjajaki kemungkinan kerjasama pengembangan industri 4.0 Taiwan dan Jerman.
Shen Jong-chin dalam pidatonya menyampaikan bahwa selama beberapa tahun ini, Jerman menjadi rekan dagang paling besar bagi Taiwan dan Eropa, yang juga merupakan mitra dagang ekonomi ke 9 terbesar dunia bagi Taiwan, dengan tingkat pertumbuhan mencapai 5 kali lipat dalam kurun waktu 35 tahun terakhir ini.
Nilai perdagangan Taiwan dan Jerman untuk tahun 2014 mencapai US$ 15,5 milyar, merupakan 30% dari nilai perdagangan keseluruhan Taiwan dan Uni Eropa. Shen Jong-chin menganalisa, produk utama perdagangan kedua belah pihak berdominasi pada produk informatika, komunikasi, mesin, otomotif, peralatan medis, kimia dan lainnya.
Untuk investasi kedua belah pihak, Shen Jong-chin mengemukakan, produk informatika, mesin, sumber energi daur ulang, peralatan medis dan lainnya merupakan produk penting global. Selain itu Jerman juga mengagumi perkembangan dan pertumbuhan iklim perekonomian di Taiwan. Guna meningkatkan hubungan ekonomi Taiwan dan Uni Eropa, Shen Jong-ching menghimbau agar Jerman mendukung penandatanganan ECA dan BIA dengan Taiwan, sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang mutualis.