(Taiwan, ROC) – Kementerian luar negeri pada hari ini(9/1) mengatakan, putra dari perantauan Tionghua di Belgia, Siou-ling Tsien de Perlinghi yang bernama Dimitri de Perlinghi bersama dengan cucu dari kepala representatif, Jerome de Perlinghi telah menerima undangan dari Republik Tiongkok dan akan berkunjung ke Taiwan.
Keluarga Siou-Ling Tsien saat berada di Taiwan bertemu dengan Presiden Ma Ying-joeu dan menlu Lin Yung-lek, menghadiri kegiatan peringatan kemenangan perang tahun ke-70, selain itu mereka akan berkunjung ke museum nasional NPM, gedung Taipei 101 dan beberapa lokasi penting lainnya.
Kemenlu mengatakan, Tsien Siou-ling pada tahun 1929 berangkat ke Belgia untuk menuntut ilmu, setelah masa perang dunia II, tentara Jerman di tahun 1940 menyerang Belgia, pada waktu itu muncul gerakan cinta negara, di tahun 1943 Tsien Siou-ling mendapat informasi dari seorang pemuda Belgia anti Nazi yang akan dijatuhi hukuman gantung oleh militer Jerman, maka Ia semakin giat melakukan tindakan penyelamatan.
Sepupu Tsien Siou-ling yang bernamaTsien Zhuo-lun(錢卓倫) menjabat sebagai letnan jenderal, pada masa itu kantor perwakilan Jerman di Belgia dan medan perang perancis utara dengan pejabat tertinggi Alexander von Falkenhausen, Tsien Siou-ling melalui Beliau mengajukan permohonan, agar para pemuda juga dapat diselamatkan, tindakan penyelamatan terus dilakukan dan Tsien Siou-ling berhasil menyelamatkan hampir ratusan pemuda Belgia yang patriot dalam masa perang dunia II.
Usai PD II, dalam rangka memperingati jasa Tsien Siou-ling, pemerintah Belgia secara khusus memberikan penghargaan sebagai apresiasi kepadanya, maka di salah satu kota di Belgia, Ecaussines terdapat sebuah jalan yang diberinama Rue Madame Perlinghi-Tsien.
Kemenlu beranggapan, jasa besar dari Tsien Siou-ling, dalam peringatan kemenangan perang ke -70, sangat penting bagi masyarakat Taiwan untuk dikenang dan dihargai.